by

Usut Tuntas Pelaku Ilegal Loging Di Taman Nasional Kerinci Sebelas Pesisir Selatan

HaloSumbar.com- Banjir bandang yang melanda  Sumatera Barat sebulan terakhir khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan telah menyebabkan kerugian material, termasuk tanaman dan hewan ternak.  Bencana tersebut se akan-akan dapat di tebak kapan datangnya  jika hujan sudah mulai mengguyur kabupaten tersebut beberapa  jam saja sudah dapat dipastikan beberapa titik akan terendam banjir, jika curah hujan juga terjadi dari  arah bukit debit air pada sungai akan melebihi kapasitas sehingga luapan air dari sungai tak terelakkan, laju air yang kuat juga sering ditemui bercampur lumpur bebatuan dan kayu.

 

Kondisi tersebut bukan tanpa alasan atau sebab, apakah karena curah hujan sangat tinggi di hulu sungai jawaban iya namun  faktor berkurang atau tidak adanya penahan seperti pepohonan juga menjadi faktor utama terjadinya banjir bandang. Nagari Kambang Kecamatan Legayang sejak beberapa tahun ini menjadi langganan banjir bandang dari keterangan masyarakat Nagari Kambang sejak tahun 2018 banjir melanda Nagari Kambang Kecamatan Legayang sudah 15 (lima belas)  kali terakhir pada bulan Nopember yang mengakibatkan ± 20 binatang ternak seperti sapi, kambing terseret air dan ± 4 hektar sawah terendam banjir, bahkan sebagian struktur rumah masyarakat roboh diterjang banjir, beberapa kepala keluarga terpaksa harus mengungsi

 

Yoni Candra Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Sumatera Barat mengatakan Nagari Kambang Kecamatan Legayang berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci sebelas (TNKS) berdasakan interprestasi citra yang Dilakukan Walhi Sumbar ditemukan bukaan lahan pada wilayah TNKS tersebut berdasarkan hitung-hitungan yang di lakukan luasan wilayah hutan yang sudah di rambah ± 300 hektar, dari data yang dimiliki oleh Walhi Sumbar bahwasanya kawasan yang nampak di rambah tersebut masih berstatus kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelas.Terkait dengan adanya dugaan 12 (dua Belas) orang pelaku yang sudah di panggil oleh Polres Pesisir selatan pada bulan Oktober 2018 kami Walhi Sumatera Barat meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas, karena perambahan (ilegal logging) pada daerah tersebut dari bukaan lahan yang nampak sepertinya sudah berjalan lama dan ada kemukinan dilakukan  banyak orang secara ter organisir,

 

Jika kasus ini dibiarkan dan tidak ada pengembangan dan penindakan terhadap pelaku ilegal loging besar kemukinan pelaku ilegang loging akan terus melakukan perambahan dalam kawasan hutan. Tapi kami Walhi Sumatera Barat perlu kiranya mengigatkan kepada pihak yang berwenang bahwasanya kontur  Kabupaten pesisir Selatan kebanyakan berbukit dan terjal sedangkan masyarakat Pesisir Selatan kebanyakan tinggal di dataran yang berbatasan dengan bukit-bukit dan sungai-sungai, sangat besar kemukinan becana longsor dan banjir bandang akan menghapiri Masyarakat Pesisir Selatan.  kami meminta keseriusan pihak kepolisian dan Pemkab Pessel mengusut kasus ini dan menghentikan segala aktivitas ilegal logging dan perambahan kawasan hutan di Pesisir Selatan (siaran Pers Walhi Sumbar)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Add your submission

Image Video Audio Embed

This field is required

Drop Image Here

or

Get image from URL

Maximum upload file size: 2 MB.

Processing...

This field is required

Drop Video Here

or

e.g.: https://www.youtube.com/watch?v=WwoKkq685Hk

Add

Supported Services:

Maximum upload file size: 10 MB.

Processing...

This field is required

Drop Audio Here

or

e.g.: https://soundcloud.com/community/fellowship-wrapup

Add

Supported Services:

Maximum upload file size: 5 MB.

Processing...

This field is required

e.g.: https://www.youtube.com/watch?v=WwoKkq685Hk

Supported Services:

Processing...

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed