by

Usai Surati Jokowi, Abrasi di Pantai Ulakan Dibangun Tanggul Darurat

HaloSumbar.com – Kekhawatiran warga pesisir pantai yang terdampak abrasi di Sumatera Barat mulai mendapat respon. Namun, pembangunan tanggul darurat yang diinisiasi Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWS V) dinilai masih perlu tindaklanjut serius.

Terkait abrasi di Pantai Ulakan, postingan surat warga kepada Presiden Jokowi beberapa waktu lalu sempat menjadi viral. Akun atas nama Randy Hari Putra menyampaikan surat terbuka, sembari mengupload beberapa keping foto abrasi pantai yang terjadi di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman itu.

Dalam surat terbuka di salah satu grup facebook, Randy Hari Putra mengungkapkan postingan yang cukup menyayat hati, Rabu (29/11).

“Kepada yang terhormat, Presiden Republik Indonesia, Jokowi atau stafnya. Agar pesan masyarakat ulakan, Padang Pariaman, Sumatra Barat ini, sampai kepada tujuannya,” tulisnya.

Dia menambahkan, pantai ulakan yang juga tidak jauh dari tempat makam Syeikh Burhanudin itu sedang dilanda abrasi.

“Mohon kiranya Presiden Joko Widodo memenuhi permintaan masyarakat Pantai Ulakan agar pantai kami terselamatkan dari pengikisan tanah oleh air laut yang keadaannya sekarang sudah memakan jalan beton dan rumah warga,” sebut Randy.

Dalam status terpisah, akun facebook bernama Imanatul Khaira menuliskan kalimat yang juga tak kalah memilukan.

“Kami menangis, kami menjerit,” tulisnya seraya mengunggah foto berlatar abrasi pantai dan segopok kalimat di kertas besar berwarna putih.

Abrasi di Pantai Ulakan
Warga surati Presiden Jokowi terkait abrasi di Pantai Ulakan, Rabu (29/11).

“Kepada Bapak Presiden RI, Jokowi. Mohon selamatkan pantai kami dari abrasi di Ulakan, Pariaman,” demikian isi tulisannya.

Tidak itu saja, pada waktu yang sama, Imanatul Khaira kembali menyampaikan harapannya melalui surat terbuka di media sosial kepada Pemkab Padang Pariaman dan Pemprov Sumatra barat.

“Asalamualaikum, kami sebagai pemuka masyarakat ulakan memohon kepada pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Pemerintah Pusat segera bangun batu grip di pantai kami ini. Karena saat ini kondisinya sangat berbahaya,” demikian tulisnya.

Menanggapi surat terbuka masyarakat Ulakan yang mayoritas hidup di tepi pantai itu, tim HaloSumbar.com mencoba mengkonfirmasi pada pejabat terkait.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Yosmeri menyebutkan abrasi memang salah satu permasalahan pantai di Sumatera Barat.

“Bukan Ulakan saja. Mulai Pesisir Selatan, Padang, Padangpariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Pemerintah sudah melakukan antisipasi pengamanan dengan memasang grib-grib. Seperti kita lihat di Pantai Padang, Pessel, Pasbar. Tapi belum semua daerah teratasi secara total,” katanya.

“Untuk lebih detailnya, silakan komunikasi dengan dinas PSDA atau BKSDA yang memiliki otoritas penganggaran terkait persoalan abrasi ini. Untuk saat ini, demikian yang bisa saya tanggapi. Yang pasti, kita sangat prihatin atas musibah abrasi ini sebab yang terkena dampaknya adalah masyarakat nelayan. Beberapa daerah sudah ada yang direlokasi perumahannya seperti pantai sasak, Pasbar,” pungkasnya.

BWS Sumatera V
Pembangunan tanggul darurat oleh BWS Sumatera V di Pantai Ulakan, Minggu (3/12).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra V, Maryadi Utama menyebutkan pihaknya telah membangun tanggul darurat bersama warga setempat, Minggu (3/12).

“Tanggul darurat ini rencananya dibangun sepanjang 200 meter di Pantai Ulakan. Ke depannya baru kami turunkan tim unit design yang akan mendesign bangunan yang cocok dan sesuai keinginan masyarakat. Tim ini kini sedang menghitung RAB-nya, setelah itu kami usulkan ke Jakarta,” singkat Maryadi. (HS/tim)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

News Feed