by

Tol Padang-Sicincin Disambut Pro-Kontra Netizen

HaloSumbar.com – Rencana Presiden Jokowi membangun Tol Trans Sumatera sepertinya tidak akan berjalan mulus.  Kunjungan Menteri BUMN, Rini M Soemarno ke Padangpariaman kemarin (14/10), yang menyebut Tol Padang-Sicincin akan tuntas kuartal pertama 2019, disambut pro-kontra netizen.

Tol Trans Sumatera
Disain Tol Trans Sumatera

Tidak sedikit yang meragukan keberlanjutan pembangunan jalan tol itu akan terputus di tengah jalan. Namun ada pula yang menaruh harapan besar pada proyek multi-years itu. Berikut tanggapan netizen di berbagai media sosial atas pemberitaan HaloSumbar.com :

“Mantap. Semakin maju nagari kito. Aplaus untuk masyarakat,” ujar Edison Chandra perantau Minang yang menetap di Pekanbaru itu.

“Tak bangga punya tol. Bikin nambah pengeluaran aja. Buat makan aja susah, sekarang malah disuruh bayar mahal kalau lewat jalan tol. Mending lewat jalan biasa aja,” tulis Yanti Luthfan dalam grup Facebook Palanta Urang Awak Minangkabau.

“Untuk apo jalan tol Padang-Sicincin. Toh, jalan tu dakeknyo. Indak lo macet bana kayak Jakarta,” sahut akun Bunda JVs.

“Apa guna Tol Sicincin dibikin kalau kita melewatinya bayar. Kalau gak bayar gak masalah,” ujar Diva Paris dalam grup Persatuan Keluarga Daerah Pariaman.

“Ambo labiah setuju jo Sutan Jogja. Lagian ndak ado efeknyo jalan tu untuak rakyaik badarai do. Yang ka manikmati jalan tu kalangan menengah ka ateh,” cuit Sultan Al Jerongi.

“Kalau Tol wak mambayia masuak, manggaleh suok kida ndak bisa lo doh. Tapi kalau By Pass ndak baa doh,” sambut Yasril Adjah Chan.

Baca juga : Menteri BUMN : Idul Fitri 2019 Bisa Lewat Jalan Tol Padang-Sicincin

Menanggapi Pro-Konta tersebut, pengamat Ekonomi Politik dari Economic Action (EconAct) Indonesia, Delly Ferdian  mengatakan masalah yang seharusnya dikomentari masyarakat bukan soal bangun atau tidak bangun jalan tol, tapi apakah ketika dibangun jalan tol Padang-Sicincin, dampak terhadap perekonomian cukup signifikan.

Dia menyayangkan jika pembangunan jalan tol dianggap hanya menjawab kebutuhan masyarakat menengah ke atas. Tapi banyak orang yang tak melihat dampak positif dalam masifnya pembangunan infrastruktur saat ini termasuk jalan tol.

“Tentu ketika jalan tol dibangun, akan berdampak kepada cost yang semakin rendah, contoh biaya distribusi barang, tentu ini akan meningkatkan perekonomian perlahan demi perlahan,” katanya.

Pembangunan jalan tol atau pembangunan infrastruktur, sambung alumni Ilmu Politik Universitas Andalas itu, sejatinya akan menciptakan usaha-usaha substitusi lainnya. Memang masyakat tidak boleh berjualan di jalan tol, tapi jalan bisa mendorong transaksi non tunai (perbankan) yang membantu tujuan dari BI. Belum lagi di pintu masuk dan keluar jalan tol, sambung dia, pasti daerah tersebut akan berbenah diri menyambut kedatangan para pengguna jalan tol.

“Jalan tol kalau panjang, bisa dibuat rest area, artinya investor bisa menanamkan modal di dalamnya. Kalau BUMN yang mengelola, saya berharap biaya akan lebih murah dan kalau bisa keuntungan yang didapat diputar lagi untuk membangun jalan tol di daerah lainnya. Masalahnya ini kan urgen masyarakat luas. Semoga dengan terbangun jalan tol, perekonomian Sumbar juga akan lebih meningkat,” harapnya.

Tol Padang-Sicincin Disambut Pro-Kontra Netizen
Menteri BUMN Rini M Soemarno dalam kunjungannya meninjau pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin ke Padangpariaman Sabtu (14/10).

Hal senada disampaikan Ronny P Sasmita, pengamat komunikasi politik yang juga Analis Ekonomi Financeroll Indonesia dan Staf Ahli Ekonomi di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Menurutnya, perbaikan konektifitas bisa menjadi titik masuk bagi daerah untuk memperbaiki tata kelola dan tata niaga perdagangan di daerah. Bagi masyarakat sepanjang jalan tol semestinya juga bisa menerima multiplayer effects mulai dari project dimulai sampai jalan tol beroperasi.

“Termasuk jika ada beberapa rest area, beberapa titik henti, dimana masyarakat sekitar bisa memanfaatkan untuk peluang bisnis. Tinggal tugas Pemda memastikan ditegakannya hukum agar pungli yang menambah biaya perdagangan bisa ditekan,” tuturnya. (HS/Tim)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

1 comment

  1. Pingback: Nagari Sicincin

Comments are closed.

News Feed