Features

Pacu Tangkap Ikan saat Danau Tarusan Kamang Mengering, Tahun Ini Memasuki Hari Keempat

HaloSumbar.com – Memasuki hari keempat saat Danau Tarusan Kamang mengering, puluhan warga kembali pacu tangkap ikan, Kamis (20/7). Danau alami yang masih misterius itu bahkan dipadati warga sejak pukul 03.00 WIB dini hari.

“Kami yang tinggal berdekatan dengan pinggir danau, biasanya sudah mulai membawa alat tangkap ikan sejak pukul 3 jelang subuh,” tutur Ida, 46 warga setempat.

Danau Tarusan Kamang dengan fenomena unik yang mengalami pasang surut setiap tahun itu berada di dua Jorong. Yakninya Jorong Halalang dan Jorong Babukik, Nagari Kamangmudiak, Kecamatan Kamangmagek, Kabupaten Agam.

Kendati demikian, prosesi menangkap ikan dengan “tangguak” ini tidak hanya diikuti oleh warga di dua jorong. Mendapatkan informasi keringnya danau yang sudah memasuki hari keempat itu, warga dari nagari tetangga ikut berdatangan.

“Biasanya mulai ramai sejak pukul 5.30 pagi. Berakhirnya sekitar pukul 8.30 WIB saat matahari mulai terik. Sekitar tiga jam.  Warga bisa mendapatkan ikan sekitar dua hingga tiga kilo,” tutur Rizal, 29 warga pendatang yang selalu mampir tiap tahun.

Danau Tarusan Kamang at Agam Regency

Puluhan warga berlomba menangkap ikan di Danau Tarusan Kamang yang mengering di hari keempat tahun ini, Kamis (20/7). HaloSumbar.com/Donal Chaniago

Ikan-ikan yang dipanen warga saat danau mengering, lanjut Rizal, cukup bervariasi. Mulai dari ukuran selebar dua jari hingga yang terbesar mencapai lima kilo.

“Ada ikan bada putih, ikan mujair, ikan pantau dan ikan mas. Tahun lalu juaranya mencapai 5,8 kilo,” ungkap dia.

Hingga kemarin, danau yang sering dikunjungi pasangan muda-mudi di sore hari itu belum mengering seutuhnya. Bagian yang kering baru dimulai dari kawasan Jorong Hilalang. Biasanya akan terus bergeser dan berakhir di pinggiran perbukitan di Jorong Babukik.

Baca juga :  Pilwanag E Voting di Agam Jadi Percontohan Nasional, Apa Keunggulannya?

Hal menarik lainnya, warga hanya diperbolehkan menangkap ikan di bagian danau bebas. Alias, belahan danau yang tidak ditandai batasan pematang.

“Yang ada pematangnya itu sudah menjadi otoritas pemilik tanah ulayat. Ikannya otomatis menjadi wewenang mereka,” kata Rizal.

Fenomena Danau Tarusan Kamang memiliki dua berkah tersendiri. Saat tergenang, warga meraup pundi-pundi rupiah dari kunjungan wisatawan. Saat air susut dan mengering, berkah mengalir dari ikan-ikan yang ditangkap beramai-ramai.

Tak kalah penting, fenomena ini juga berkah tersendiri bagi pecinta dunia fotografi. Penasaran? Ayo ke Danau Tarusan Kamang! (HS/Oneal)

Terkait : Video : Danau Tarusan Kamang Sumbar

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top