HaloVideo

Video : Songket Karya Seni Dalam Beribu Benang

HaloSumbar.com – Songket. Satu diantara ratusan karya seni asal Minangkabau ini, sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Songket merupakan perpaduan antara rajutan ribuan benang yang disulam dengan luapan emosi jiwa si pembuatnya.

Tidak ada kalkulasi matematis ataupun rumus fisika untuk songket dalam pengerjaan imaji berbentuk kain.

Corak dan motif asli Minangkabau, yang jumlahnya ratusan macam, tercermin dalam sebuah kain songket.

Terbuat dari bahan benang yang berkualitas tinggi seperti sutra diimpor langsung dari negeri Lahore, India.

Satu demi satu benang benang halus ini diramu di sebuah alat pintal benang bergerigi untuk kemudian digulung.

Penenun merupakan mayoritas perempuan muda Minang, sudah beberapa tahun belajar dan sekaligus bekerja di sebuah studio songket milik salah seorang warga asing, di Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Satu demi satu dari ribuan helai benang tadi, diatur sedemikian rupa. Proses ini biasanya memakan waktu higga berminggu minggu, karena tingkat kesulitannya akan menguji kesabaran dan ketekunan si pembuatnya.

Untuk membuat sebuah kain dengan motif yang sangat sulit, yang disebut motif “kapalo harimau”, butuh waktu setidaknya sekitar tiga bulan.

Diah, salah satu penenun mengungkap butuh kesabaran, ketelitian dan fokus yang sangat tinggi jika sedang menenun. Mulai sekitar pukul 8 pagi, hingga sore, ia duduk terpaku di antara benang benang yang akan di tenun.

“Butuh kesabaran, ketelitian dan fokus untuk menyelesaikan hari ini dalam membuat kain songket”, ujar wanita muda ini.

Ketika kurang fokus, bisa berakibat satu diantara ribuan benang tersebut putus, dan jika sudah putus, maka hasil kainnya akan tidak bagus.

Songket Minangkabau

Seorang wanita muda tengah mengerjakan kain songket yang dibuatnya, Selasa (18/7). HaloSumbar.com/Oneal

Bersama sembilan teman seumuran, Diah terus bekerja untuk menghasilkan sebuah karya seni bernilai tinggi ini.

Baca juga :  Gubernur Ajak Masyarakat Dukung Kawasan Seribu Rumah Gadang

Sudah empat tahun menenun, Diah mengaku mendapat imbalan jasa sekitar satu juta rupiah atau lebih dari setiap kain songket yang dibuatnya. Tergantung dari tingkat kesulitan dan kualitas.

Hasil dari pekerjaan tangannya, dibandrol bervariasi. Mulai dari sembilan hingga puluhan juta rupiah, tentunya tergantung dari motif dan kualitas bahannya.

Menurut manajer studio tenun PalantaLoom, Yus, saat ini ada sembilan penenun bekerja di tempatnya. Rata-rata merupakan wanita muda yang baru tamat sekolah dan berminat belajar membuat kain songket.

Di studio yang sudah berumur 10 tahun ini, tercatat sudah menghasilkan ratusan kain songket berkualitas tinggi dan sudah dijual hingga mancanegara. Setiap kain, memiliki nomor seri yang merupakan hak paten dari produk studionya.

“Setiap songket mempunyai nomor seri dan tahun pembuatan”, ungkap Yus di Studio songket yang terletak di Nagari Batu Taba itu. (HS/Oneal)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top