by

Serangan Hama Tikus, Distan Agam Harapkan Petani Giatkan Tanam Serentak

HaloSumbar.com – Hama tikus menjadi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang utama bagi sebagian besar lahan persawahan di Agam. Serangan hama tersebut ditenggarai lingkungan lahan yang tidak bersih, serta masa tanam padi yang tidak serentak.

Berdasarkan data serangan hama/OPT komoditi padi yang dirilis Dinas Pertanian (Distan) Agam, tikus menjadi hama utama yang menyerang lahan persawahan. Serangan tikus merambah lima kecamatan di Kabupaten Agam.

Serangan hama tikus terparah melanda Kecamatan Tanjung Mutiara, yakni seluas 25,5 hektare. Kamang Magek seluas 32 hektare, Ampek Angkek dan Tilatang Kamang masing-masing 4,6 hektare dan 16 hektare. Kemudian Kecamatan Baso lahan yang terjangkit hama tikus mencapai 25 hektare.

Menurut Kepala Seksi Pembenihan dan Perlindungan Tananam Distan Agam, Sari Mustika, mewabahnya serangan tikus tersebut karena lingkungan sawah yang kotor.

“Salah satu pencegahan hama tikus adalah dengan cara rajin membersihkan pematang sawah,” ujarnya.

Metode penanaman padi yang tidak serentak juga menjadi penyebab hama tikus tidak pernah hilang. Dikatakannya, penanam padi serentak adalah solusi terbaik untuk menghindari serangan hama tikus.

“Jika petani tidak menanam serentak, mata rantai hama tikus itu tidak akan terputus, malah bisa makin parah,” tambahnya lagi.

Untuk itu, lanjut Sari, mempersamakan presepsi diantara sesama petani menjadi penting. Menurutnya persamaan persepsi tersebut bisa terbentuk jika petani berkelompok.

“Selain itu kami juga tengah mengupayakan menghidupkan kembali Posko Pengendalian Hama dan Penyakit di nagari-nagari,” pungkasnya. (HS/Depit)

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed