by

Si Anak Pisang, Putri Bung Hatta Bangga Disebut Orang Minang

HaloSumbar. Com – Lahir dari perkawinan antar suku bangsa, putri-putri Bung Hatta bangga disebut orang Minang. Keturunan Proklamator Republik Indonesia itu bagi masyarakat Minangkabau, mereka dijuluki “Anak Pisang”.

Sebutan ini lazim diucapkan untuk anak-anak yang lahir dari pernikahan lelaki Minang dengan perempuan suku bangsa lainnya. Nah, walau hanya dianggap “Anak Pisang”, tapi putri-putri Bung Hatta bangga disebut orang Minang.

“Jika darah dalam tubuh kami dibagi,  50 persen kami berdarah Minang, 25 persen darah Jawa dan 25 persen lagi berdarah Aceh. Walau kami hanya dianggap sebagai anak pisang, tapi kami bangga disebut orang Minang,” ujar Gemala Rabi’ah Hatta, putri kedua Bung Hatta.

Gemala menyampaikan hal itu bukan saat menghadiri Haul Bung Hatta di kantor bupati Limapuluh Kota beberapa hari lalu. Tapi, Gemala menyampaikan kebanggaanya sebagai orang Minang, sejak lima tahun silam. Saat ia berziarah ke Surau Dagang Nagari Batu Hampar bersama kakaknya Meutia Hatta dan puluhan keluarga besar mereka.

Gemala Hatta yang  yang pernah menjadi istri Drs Mohammad Chalil Baridjambek Datuak Rajo Pangulu, putra Nagari Barulak, Kecamatan Tanjuangbaru, Kabupaten Tanahdatar, tidak hanya bangga disebut orang Minang.

Dia juga mengaku sangat bangga dengan Nagari Batu Hampar, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota. Sebab, itulah kampung nenek moyang Bung Hatta.

“Di Batu Hampar, ayah memperoleh ilmu agama dari Syekh Abdurrahman. Sehingga Ayah tidak hanya menjadi tokoh Minang dan tokoh nasional tapi juga dikenal di dunia. Bahkan di Rotterdam, Belanda, ada jalan bernama Mohammad Hatta. Makanya, kami berharap, tumpah darah leluhur ini, dapat kita jaga bersama,” ucap Gemala Hatta.

Hal senada juga disampaikan kakaknya Meutia Hatta.

Istri ekonom Sri Edi Swasono itu bahkan hafal dengan nama-nama kerabat ayahnya di Nagari Batu Hampar yang sejak dulu kala dikenal sebagai sentral pendidikan Islam di Ranah Minang, khususunya di Luak Limopuluah.

“Bagi kami, Batu Hampar sudah seperti tanah kelahiran. Sulit bagi kami untuk tidak mengatakan orang Minang. Di Batuhampar ini, kami ingat dengan Mak Tuo Rafiah, Mak Tuo Halimah, dan Datuak Oyah. Alhamdulillah, Datuak Oyah masih sehat,” ucap Profesor Meutia yang berparas otentik Bung Hatta itu.

Datuak Oyah yang dimaksud Meutia Hatta adalah Buya Syahrani Khalil Dt Majo Reno. Beliau adalah Pimpinan Pondok Pesantren Al-Manar Batu Hampar, sekalius pemegang gelar Datuak Oyah yang merupakan gelar kehormatan buat ulama-ulama Batu Hampar, penerus cita-cita Syekh Abdurrahman. (HS/Ammar) 

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed