Utama

Polres Bukittinggi Tangkap Orangtua Kandung Bayi Perempuan Yang Terbuang

HaloSumbar.com – Dalam tempo empat kali 24 jam, kasus pembuangan bayi di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah (ATTS) Kota Bukittinggi mulai terungkap. Parahnya, pelaku diketahui merupakan pasangan ilegal yang masih berstatus pelajar.

Kehamilan ibu kandung bayi perempuan yang dibuang di depan pagar rumah warga itu tidak diketahui oleh orangtua pelaku. Selama mengandung, pelaku menutupi aibnya dengan tetap bersekolah seperti biasa.

S, 16 yang mengaku sebagai ayah kandung bayi tersebut diketahui berstatus siswa kelas X di salah satu SMA di Kota Bukittinggi. Sementara D, 15, perempuan yang melahirkan bayi tersebut masih duduk di bangku kelas 3 SMP di Kota Bukittinggi.

Bayi mungil mendapatkan perawatan di RS Ibnu Sina Bukittinggi. Sebelumnya bayi dengan berat 2,6 kg dan panjang 52 cm itu ditemukan di depan pagar rumah warga, Senin malam (7/5) sekitar pukul 21.45 WIB.

Bayi mungil mendapatkan perawatan di RS Ibnu Sina Bukittinggi. Sebelumnya bayi dengan berat 2,6 kg dan panjang 52 cm itu ditemukan di depan pagar rumah warga, Senin malam (7/5) sekitar pukul 21.45 WIB.

Terungkapnya kasus ini tidak terlepas dari pengaduan orangtua D. Anak gadis belianya dilaporkan ke polisi lantaran tidak pulang ke rumah sejak tiga hari terakhir. Berawal dari laporan tersebut, polisi menduga ada kaitan dengan waktu ditemukannya bayi perempuan yang kini dirawat di RS Yarsi Bukittinggi.

Bak gayung bersambut, tidak lama setelah dilaporkan menghilang, akhirnya D pulang ke rumah orangtuanya. Dari sinilah polisi mencium ada aroma yang berkaitan dengan kasus pembuangan bayi itu.

Terkait : Bayi Perempuan Ditemukan di Aur Tajungkang Tangah Sawah

“Setelah didapatkan bukti permulaan yang cukup, tersangka laki-laki berinisial S ditangkap di rumahnya. Kemudian perempuan berinisial D juga ditetapkan sebagai tersangka dan dijemput di kediamannya. Kedua tersangka masih di bawah umur,” kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Rahmat Natun, Jumat malam (11/5).

Keduanya, terancam pidana lima tahun penjara karena melanggar pasal 77 B undang-undang no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga :  Pasar Ateh Bukittinggi, Terbakar Atau Dibakar?

“Namun lantaran keduanya masih di bawah umur, kami akan melibatkan pandangan dari berbagai pihak. Terutama kedua orangtua tersangka, Dinas Sosial, P2TP2A dan stakeholder terkait,” imbuh Rahmat. (HS/Ripudet)

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top