by

Pemeriksaan IVA, Hak Kesehatan Reproduksi yang Belum Disadari Kaum Perempuan

 

Halosumbar.com – Pemeriksaan IVA, sebagai upaya deteksi dini kanker reproduksi pada perempuan masih belum mendapat perhatian. Kesadaran perempuan terhadap pemeriksaan dini kanker rahim masih rendah, padahal kanker leher rahim salah satu penyebab terbesar bagi kematian perempuan.

Lain halnya dengan msyarakat dampingan Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Masyarakat (LP2M). Mereka bersiondoh melakukan tes IVA Puskesmas Lubuk Alung, Kecamatan di Lubuk Alung, Kamis (09/11).

Tes tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepedulian perempuan terhadap hak kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi, untuk mencegah berbagai penyakit reproduksi.

Salah seorang peserta tes IVA, Salnida (43) mengaku lega setalah melakukan pemeriksaan. Dia tidak lagi khawatir soal kanker serviks yang bisa saja menjangkiti dirinya.

“Alhamdulillah saya lega, sebelumnya takut dengan bahaya dari kanker serviks dan takut jika terjadi pada saya, semoga perempuan lain juga ikut melakukan tes,” ujarnya.

Menurut petugas pemeriksaan, Reza Mandasari, pemeriksaan tes IVA melibatkan 31 orang yang mendaftar, dan hanya 22 orang yang dilakukan tes disebabkan tidak semua memenuhi syarat untuk pelaksanaan tes IVA.

Dikatakannya, jumlah tersebut walaupun cukup besar namun masih jauh dari harapan.

Dari 23 perempuan yang telah melaksanakan tes IVA, ada 22 orang yang dinyatakan negatif, dan ada 1 orang dinyatakan memiliki pembengkakan akibat infeksi.

“Satu orang yang mengalami masalah saat tes IVA akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan ditangani oleh petugas medis,” ungkap Reza yang juga bekerja sebagai bidan Puskesmas Lubuk Alung.

Diterangkannya, pemeriksaan IVA dilakukan sebagai upaya deteksi dini kanker leher rahim (serviks) bagi perempuan. Tes IVA dapat dilakukan dengan cepat, hanya 1 menit dan beberapa saat kemudian hasilnya diketahui. Tes IVA tanpa biaya yang mahal bahkan gratis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Tes IVA dapat mendeteksi dini kanker leher rahim stadium awal, untuk dapat ditangani secara cepat sebelum berlanjut ke stadium lebih lanjut yang dapat menyebabkan kematian,” terangnya.

Reza melanjutkan, saat ini baru sekitar 30 persen masyarakat melakukan tes IVA dari 100 persen yang diharapkan oleh Pemerintah.

Hal ini menurutnya disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukannya.

“Perempuan melakukan tes IVA masih jauh dari harapan, baru 30 persen dari 100 persen target pemerintah. Butuh penyadaran yang terus-menerus digalakkan ke masyarakat,” sebutnya.

Pihak LP2M, Sri Ambarwati, yang konsen pada kesehatan perempuan mengatakan memang kesadaran perempuan terhadap pemeriksaan dini kanker rahim masih rendah, padahal kanker leher rahim salah satu penyebab terbesar bagi kematian perempuan.

“Hal ini dikarenakan masyarakat masih banyak yang belum tau tentang pemeriksaan IVA, baik itu apa manfaat dilakukan tes, dimana dilaksanakan, bagaimana syaratnya, ujarnya.

Selain itu menurutnya, bagi perempuan yang sudah tahu pun enggan melaksanakan tes IVA karena masih menganggap tabu dan belum merasakan gejala apa-apa. Padahal, lanjutnya kanker serviks stadium awal belum menampakkan gejala.

Butuh memberikan pemahaman yang kritis terhadap perempuan terutama terkait hak reproduksi perempuan agar memahami tentang organ-organ perempuan serta pentingnya menjaga dan mencegah penyakit kesehatan perempuan.

Apalagi, lanjutnya, saat ini melalui program JKN sudah memberikan jaminan dalam bentuk pemeriksaan dan pengobatan gratis terhadap kesehatan reproduksi diantaranya deteksi dan pengobatan kanker leher rahim.

“Tinggal lagi semua pihak harus ikut menyosialisasikan pemanfaatannya,” pungkasnya. (HS/ril)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

News Feed