Kesehatan

Menakar Peluang Kerja Perawat Indonesia di Kuwait

HaloSumbar.Com,– Peluang Perawat bekerja di Kuwait terbuka lebar. Hingga saat ini, telah 400 orang Perawat Indonesia yang bekerja di negara bermata uang Dinar itu.

“Tiap tahun Kuwait selalu membutuhkan tenaga Perawat, yang sejauh ini mereka dapatkan dari negara India dan Filipina,” ungkap Rana Purnama Lahardi asal Tasikmalaya yang baru saja terpilih sebagai ketua umum INNA-K kepada halosumbar.Com, Senin,(2/10/2017).

“Peluang kerja Perawat Indonesia di Kuwait tentunya berdasarkan demand dari pemerintah Kuwait sendiri, melalui MOH (Ministry of Health), ” tukuknya.

Ia menambahkan, “rekrutmen terakhir Perawat indonesia untuk MOH, Kuwait, yaitu tahun 2008. Sudah 9 tahun tidak ada rekrutmen lagi untuk Perawat Indonesia dengan berbagai alasan.”

Berbagai alasan dimaksud, beber Rana yakni, kualitas tenaga perawat indonesia sangat kurang dibidang bahasa Inggris yang notabene adalah bahasa yang digunakan di fasilitas kesehatan seluruh Kuwait.”

“Sementara kebutuhan jenjang pendidikan Perawat meningkat, yang tadinya MOH hanya membutuhkan minimal Diploma Tiga (D III), sekarang mereka menginginkan Sarjana Keperawatan,” tambah pria kelahiran November 1984 ini.

Selain itu, diduga kuat, kurangnya minat Perawat indonesia untuk bekerja ke luar negeri. Dan, kurangnya respon pemangku kepentingan akan peluang tersebut.

“Stake holder terkait, dalam menangkap peluang kerja ke luar negri kurang tanggap, sehingga tidak adanya perbaikan kualitas pendidikan Keperawatan yang bisa mendongkrak Perawat Indonesia go internasional, ” ungkap Rana, yang saat ini bekerja di Hemodialysis Farwaniya Hospital, Kuwait City.

“Tahun kemarin Embassy Indonesia untuk Kuwait, menerima tawaran dari pihak MOH. Maupun dari pihak rumah sakit swasta. Namun, upaya melakukan koordinasi ke Kemenkes, dan lain-lain tidak membuahkan hasil,” jelas mantan Presiden BEM, Poltekkes Kemenkes, Tasikmalaya (2005-2006) ini.

“Perusahaan penyalur tenaga profesional, tidak mendapatkan calon Perawat yang bersedia bekerja di Kuwait, dan sekalipun mendapatkan beberapa, Perawat itu pun hanya segelintir saja yang sesuai dengan kriteria.” Tutup alumni STIKes Binawan, Jakarta itu mengakhiri pembicaraan.(HS/ONEAL)

Baca juga :  Berburu Angka Cantik, di Payakumbuh Puluhan Ibu Hamil Meminta Kelahiran Operasi Sesar
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top