Opini

Paradoks Masyarakat Informasi dan Ketergantungan Terhadap Teknologi

HaloSumbar.com – Paradoks masyarakat informasi dan ketergantungan terhadap teknologi. Hidup di-era teknologi saat ini memaksa kita untuk melek media jika tidak ingin tertinggal dengan pesatnya kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi yang menerpa kehidupan sehari-hari.

Salah satu dampak perkembangan teknologi informasi adalah memudarnya batasan ruang dan waktu yang sering menghukum kita untuk saling berbagi informasi.

Namun dengan perkembangan teknologi komunikasi dan multimedia hal itu dapat diatasi. Sehingga ketergantungan dan kebutuhan akan media dan informasi sudah menjadi kebutuhan primer saat ini. Dengan menggunakan media komunikasi kita dapat saling berbagi informasi dimanapun berada.

Istilah masyarakat informasi sering dipakai untuk menggambarkan masyarakat dengan lingkup sosial dan ekonomi. Terhubung dengan menggunakan sarana teknologi informasi dengan intensitas tinggi dalam kesehariannya.

Masyarakat tersebut menggunakan teknologi untuk berbagai kegiatan pribadi, sosial, pendidikan, bisnis, bahkan untuk mengisi waktu luang. Teknologi tersebut mempunyai kemampuan untuk mengirim, menerima, dan pertukaran data digital dengan cepat antara tempat-tempat terlepas dari jarak.

Di bidang bisnis, sebagian besar transaksi keuangan seperti yang dilakukan perbankan telah menggunakan teknologi informasi. Misal, layanan bank internet [e-banking], mobile banking, dan lainnya.

Masyarakat informasi tak bisa lepas dari teknologi informasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hal itu dilakukan melalui mailing list, email, serta berinteraksi dengan komunitas dunia maya. Jadi bisa dikatakan bahwa pengolahan informasi adalah inti dari kegiatan manusia dengan menggunakan teknologi baru.

Hal ini berdampak pada segala aspek kehidupan masyarakat dan mengubah cara manusia dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan baik itu di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, bahkan dalam memanfaatkan waktu luang untuk mengkonsumsi dan memproduksi informasi.

Perkembangan teknologi informasi menyebabkan ketergantungan manusia terhadap teknologi informasi semakin tinggi. Masyarakat menjadi Konsumen informasi dan juga memproduksi informasi.

Baca juga :  Ini Tujuan Penting Diperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana

Masyarakat kita sebagian besar menghabiskan waktunya untuk terkoneksi dengan teknologi informasi. Baik melalui upload video di youtube, menulis dan merespons status di media sosial seperti facebook dan tweeter, menulis dan menjawab email, dan sebagainya. Maka sekarang ini manusia bekerja dan bermain dalam lingkup masyarakat informasi.

Teknologi informasi terus berkembang setiap generasi. Media konvensional dikombinasikan dengan Media baru telah mengubah pola konsumsi media dan kehidupan masyarakat.

Hampir setiap orang menggunakan telepon seluler dan email untuk menunjang berbagai aktivitas yang dilakukannya sehari-hari. Media konvensional telah masuk ke Media baru yakni media digital dan jaringan Telekomunikasi yang menawarkan gaya hidup baru, menciptakan pekerjaan baru, dan isu-isu sosial yang baru.

Media sosial adalah sebuah aplikasi berbasis Internet dengan menggunakan teknologi Web. Beberapa contoh media sosial yang dipakai oleh masyarakat informasi untuk berkomunikasi antara lain, blogger, linkedln, my space, facebook, twitter, wassup dan google+.

Perkembangan pengguna media sosial sangat cepat. Hal ini dikarenakan melalui media sosial manusia bisa saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir, berdebat, dan menemukan teman baru atau teman lama yang sudah lama tidak berjumpa.

Bahkan, melalui media sosial, banyak juga yang menemukan pasangan hidup. Keinginan untuk mengaktualisasikan diri dan kebutuhan untuk menciptakan personal branding membuat media sosial berkembang sangat pesat.

Sehingga banyak Perusahaan membangun wadah sendiri untuk membangun Komunikasi di antara karyawannya.

Sementara itu, manusia secara pribadi menggunakan Jejaring sosial untuk membuat halaman pribadi yang kemudian terhubung dengan pengguna jejaring sosial lainnya untuk berkomunikasi dan berbagi informasi.

Teknologi internet dan Telepon seluler yang terus berkembang memudahkan orang-orang untuk berkomunikasi dengan melakukan update status di media sosial. Terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi menyebabkan Media sosial berkembang sangat pesat dan secara bertahap menggantikan media konvensional dalam memberikan Informasi.

Baca juga :  Film 30 September, Pemilih Pemula dan Pemilihan Presiden 2019

Seperti yang kita pahami bersama, teknologi komunikasi memberikan kemudahan kepada kita untuk saling terkoneksi. Dimana kita dapat saling terhubung antara satu dan yang lainnya dengan menggunakan satu perangkat saja.

Masyarakat informasi memiliki kecenderungan untk saling bertukar kabar melalui fitur-fitur yang telah familiar seperti BBM, SMS, MMS, Voice Call, Whatsap, Line. Dan banyak lagi aplikasi yang dapat digunakan untuk saling berhubungan secara personal baik itu dengan keluarga, rekan kerja ataupun rekan binis.

Pelan namun pasti, kemudahan komunikasi dengan memanfaatkan media komunikasi memudarkan kebiasaan yang telah lama ada. Seperti saling mengunjungi, bercerita dan berkumpul yang lazim dilakukan dilingkungan tempat tinggal, kantor dan masyarakat.

Dengan bantuan teknologi, masyarakat dapat melakukan diskusi cukup dengan membuat suatu grup. Apakah itu melalui BBM, Line dan Whatsap yang ada di smartphone.

Dengan kata lain, alat-alat komunikasi pelan-pelan telah merobah kebiasaan sosial yang lazim kita lakukan. Yaitu ‘menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh’.

Perilaku seperti ini dapat kita jumpai di kalangan masyarakat yang disibukkan oleh pekerjaan. Keterbatasan jarak dan waktu menyebabkan kita menggunakan peralatan komunikasi untuk memudahkan dalam berbagi kabar. Sehingga alat-alat komunikasi ini menjadi suatu kebutuhan primer yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan dan memudahkan dalam berkomunikasi.

Hal di atas paradoks sekali dengan prinsip sosial masyarakat kita yang mengutamakan terjadinya kontak sosial dalam pergaulan masyarakat. Saling bertegur sapa secara langsung, saling mengunjungi dan berembuk secara langsung (musyawarah mufakat) harusnya tetap menjadi hal yang penting dilakukan. Bukan malah tergerus oleh kemajuan teknologi yang membuat kita menjadi sangat individual.

Pada akhirnya, masyarakat informasi tidak akan lepas dari ketergantungan terhadap teknologi yang diciptakan untuk memudahkan manusia. Untuk saling terkoneksi dan berbagi informasi antara satu dan lainnya.

Baca juga :  Harimau si“Penjaga” Kampuang

Agar bisa saling membantu, saling berinteraksi dan pada akhirnya dapat meningkatkan kepekaan sosial. Bukan malah membuat kita semakin terkotak-kotak dan menjadi terasing dilingkungan sendiri.

Hilangnya sekat atas ruang dan waktu merupakan suatu rahmat yang harusnya membuat kita bisa membangun silahturahmi lebih erat lagi. Apakah dengan keluarga, teman dan bahkan kolega.

Kemudahan untuk mengkses informasi adalah buah dari perkembangan teknologi.

Hilangnya sekat ruang dan waktu memberikan kebebasan kepada kita untuk dapat melihat dan mengetahui ruang lingkup kehidupan yang berbeda. Apakah gaya hidup, sosial dan budaya yang terkadang tidak sesuai dengan tatanan adat, budaya dan agama yang telah kita anut.

Untuk itu kita perlu membentengi diri kita agar tidak menjadi korban dari kemajuan teknologi dan bebasnya arus informasi.

Paradoks Masyarakat Informasi

Widya Hasan

Tentunya dengan cara membentengi diri kita dengan berpegang teguh pada nilai-nilai agama yang senantiasa memandu kita kearah yang lebih baik.

Dengan tuntunan akhlak, moral dan budaya akan membantu kita untuk dapat menyaring dan memilah-milah mana yang bisa diterima untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Dan mana yang harus dibuang karena akan mendatangkan kerugian yang besar bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan kita.

Oleh: Widya Hasan

(Mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi Fisip Unand dan Penerima Beasiswa Kementrian Kominfo RI).

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top