Daerah

Masyarakat Kembali Memblokir Jalan Bypass Padang

Halosumbar.com – Masyarakat kembali melakukan pemblokiran jalan Bypass KM 14 di Kelurahan Aia Pacah, Kota Padang pada Jumat (26/1). Pemblokiran tersebut diduga karena adanya informasi pengukuran objek perkara tanah di kawasan Bypass Padang.

Berdasarkan pantaun Tim Halosumbar.com di lapangan, tampak ratusan warga berkerumun di tengah jalan. Sementara itu,  pihak kepolisian terlihat sibuk meredakan aksi pemblokirian. Asap hitam mengepul di udara.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, pemblokiran sudah berlangsung sekira pukul 10.00 WIB. Ruas jalan yang terdiri dari dua jalur tersebut diblokir dengan menggunakan ban bekas yang dibakar.

“Gara-gara ada pengukuran yang dilakukan oleh pihak Lehar di sini Pak, makanya kami melakukan pemblokiran” ujar salah satu warga, Ujang.

Dia mengatakan, pihak yang bertentangan dengan pihaknya telah melakukan pengukuran tanpa sepengetahuan sehingga membuat warga sekitar marah bercampur cemas.

“Tidak bisa tanah kami dikuasai begitu saja. Kami meminta segera hadirkan pihak BPN sekarang juga di sini,” lanjutnya.

Bentrok antara warga dan petugas kepolisian dari Polresta Padang hampir tersulut. Pasalnya, aksi pemblokiran tersebut menimbulkan kemacetan di jalur tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, kendaraan dari arah Padang menuju arah jalan Bandara Internasional Minangkabau dan sebaliknya belum bisa melewati jalur yang diblokir tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi pemblokiran yang sama juga pernah dilakukan ribuan massa yang mengatasnamakan diri Forum Nagari Tigo Sandiang, pada Rabu malam (13/12) silam.

Massa yang diketahui berasal dari empat kecamatan di Kota Padang, yakni Koto Tangah, Kuranji, Pauh, dan Nanggalo ini untuk mendesak polisi agar membebaskan dua warga yang sebelumnya ditangkap dan ditahan, karena dituduh merusak tiang pancang di tanah yang diklaim milik ahli waris kaum Maboet.

Baca juga :  Festival Panah Mentawai 2017 Segera Digelar

Aksi pemblokiran itu juga merupakan bentuk kekesalan warga terhadap persoalan tanah yang tak kunjung diselesaikan oleh Pemerintah Kota. Warga bersengketa dengan ahli waris dari kaum Maboet, yakni Lehar.(HS/Depit)

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top