by

Mantan Relawan Jokowi di Sumbar Maju jadi Bacaleg PAN, Alasannya

HaloSumbar.com – Medan pengabdian dan jalan perjuangan seseorang bisa saja berbelok arah. Hal itulah yang dilakoni Wiztian Yutri, sesepuh jurnalis yang juga mantan relawan Joko Widodo di Sumbar.

Kendati Pasangan Prabowo-Hatta menang telak di ranah Minang, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 silam, Wiztian Yutri memberi andil dalam raihan suara 23 persen bagi Jokowi-JK di Sumbar.

“Saat itu saya diajak Pak Alex (Alex Indra Lukman) yang sedang duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI dari partai PDI Perjuangan,” kata Wiztian Yutri, Senin (13/8).

Pernah menjadi relawan bagi presiden terpilih, Pak Cici demikian biasa dia disapa, membuatnya berfikir ia harus terjun langsung. Bermain di pinggir lapangan membuatnya gusar. Untuk mencetak goal, merubah nasib bangsa harus turun gelanggang.

“Membisikkan aspirasi masyarakat ke telinga penguasa, ada yang didengar ada yang tidak. Makanya, harus turun tangan, harus punya power,” sebutnya.

Bekal segudang pengalaman yang pernah digelutinya, Wiztian Yutri kini memutuskan mengabdi di jalur politik praktis dengan menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg).

Dia akan bertarung di daerah pemilihan (dapil) Sumbar 2 meliputi Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman untuk melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dengan nomor urut 4.

Lelaki 56 tahun itu mengatakan, kebulatan tekadnya menerjuni jalur politik, tak lain untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun bangsa. Wiztian ingin memberi makna dan tanggungjawab lebih besar terhadap diri sendiri, agar memiliki makna lebih bagi masyarakat.

“Dengan jalur ini, saya bisa memahami hingga menyalurkan aspirasi masyarakat,” terang mantan Pemimpin Redaksi Padang Ekspres periode 2002-2007 itu.

Legislatif, terang ayah tiga orang anak itu, adalah satu dari sekian banyak mengabdi kepada masyarakat. Di DPRD, tentunya ada tiga fungsi utama anggota. Pertama, legislasi, penganggaran dan pengawasan.

“Untuk menyalurkan keinginan masyarakat, tentunya kita pahami dulu apa kebutuhannya. Legislatif adalah wakil masyarakat. Untuk duduk di kursi legislatif, kita perlu suara masyarakat dan paling penting izin dan ketetapan Allah SWT,” kata lulusan Sarjana Hukum itu.

Bagi mantan Komisaris PT Semen Padang itu, panggung politik bukan ranah baru baginya yang sudah berkecimpung 30 tahun lebih jagad jurnalistik Sumbar.

“Idealnya, setiap kebijakan yang akan diambil oleh legislatif adalah bersumber dari aspirasi. Mulai dari soal efektifitas anggaran, menjawab keluhan dan sebagainya,” terang Pak Cici yang tengah menuju penyelesaian studi akhir di Pasca Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (Unand) itu.

Sebagai tokoh yang lahir dari “jalanan” dan kerap mendengar rintihan masyarakat, Wiztian berharap jika terpilih, kelak pengalamannya di dunia jurnalistik mampu memudahkannya dalam membangun komunikasi hangat dengan masyarakat.

Bagi Pak Cici, wakil rakyat harus terbuka dengan masyarakat. Kuncinya tentu komunikasi. Tidak alergi kritik, dan menjadikan aspirasi warga sebagai kekuatan spesial.

“Dengan kritik dan masukan yang membangun, kita merasa selalu diingatkan. Segala yang baik diperjuangkan untuk kepentingan rakyat. Sehingga, wakil rakyat akan semakin bermartabat dan keberadaannya betul-betul terasa sebagai pejuang kepentingan rakyat,” tutup putra asli Pariaman itu. (HS/rel)

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed