by

LPHN Pakan Rabaa Kantongi Penghargaan Wana Lestari 2018

HaloSumbar.com – Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Pakan Rabaa, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat diganjar penghargaan Wana Lestari 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan tertinggi untuk pelestari lingkungan hidup dan kehutanan tersebut diserahkan oleh Menteri LHK yang diwakili oleh Pelaksana Harian Sekretaris Jenderal KLHK, Ilyas Assaad di Manggala Wanabakti, Kamis (16/8) lalu. LPHN Pakan Rabaa dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan.

Penghargaan Lomba dan Apresiasi Wana Lestari merupakan salah satu ungkapan terima kasih KLHK atas prestasi, kinerja dan darma bakti masyarakat dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan di daerah masing-masing. LPHN Pakan Rabaa meraih juara pertama kategori Pengelola Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD).

“Tingkatkan terus peran dan motivasi untuk membangun dan menyelamatkan hutan menuju cita-cita mulia hutan lestari untuk kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” pesan Menteri LHK yang disampaikan oleh Ilyas kepada para pemenang, di Jakarta.

Terpilihnya LPHN Pakan Raba menjadi juara pertama Lomba Wana Lestari setelah melewati beberapa penilaian ketat. Poin pentingnya adalah bagaimana Hutan Nagari bisa memberi banyak manfaat untuk kesejahteraan masyarakat.

Pasca mengantongi Surat Keputusan Penetapan Areal Kerja (SK PAK) dari Kemenhut 5 tahun silam, LPHN Pakan Rabaa mendapat angin segar Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM). Setahun setelah itu usulan Hak Pengelolaan Hutan Nagari (HPHN) pun dipenuhi.

Lembaga yang kini dibidani oleh Erman, boleh dibilang cukup berhasil pengelolaan Hutan Nagari untuk kesejahteraan masyarakat. Buktinya penghargaan tertinggi KLHK tersebut bisa mereka bawa pulang.

Erman menilai keberhasilan LPHN Pakan Rabaa dalam mengelola Hutan Nagari tidak terlepas dari pendampingan Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI Warsi). Dikatakannya sejak dari pengusulan hingga pengelolaan, KKI Warsi tidak pernah absen mendampingi.

Fasilitator KKI Warsi region Solok Selatan, Hultayuni Delseana mengatakan LPHN Pakan Rabaa unggul dalam pengamanan kawasan hutan. Dikatakannya LPHN Pakan Rabaa tak gentar menghadang upaya perusakan hutan.

“Akhir tahun 2016 hingga awal tahun 2017, LPHN Pakan Rabaa pernah menghadang alat berat yang hendak melakukan illegal mining dan logging di kawasan mereka,” ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan yang dilakukan oleh LPHN Pakan Rabaa terbilang sistematis. Dalam menyusun rencana kerja, lanjut Hultayuni, LPHN Pakan Rabaa tidak terlalu muluk namun memiliki target yang jelas.

“Tahun 2015 mereka menyusun rencana kerja LPHN, kemudian membuat pembibitan kopi dan pengayaan ladang hingga 2016. Tahun selanjutnya fokus dengan pengembangan ternak, 2017 fokus pemasangan pal batas Hutan Nagari, patroli dan Biogas. Bahkan sekarang mereka sudah punya sektor usaha kelompok perempuan,” terangnya.

Terpisah, Progam Manajer KKI Warsi, Rainal Daus menyebutkan penghargaan Wana Lestari 2018 yang diraih LPHN Pakan Rabaa membuktikan upaya penyelamatan hutan yang mereka lakukan telah diakui. Menurutnya, LPHN Pakan Rabaa mampu menginisiasi PHBM dengan memadukan mata pencaharian masyarakat setempat serta tetap melakukan perbaikan kualitas lingkungan.

Secara kelembagaan, lanjut Rainal, LPHN Pakan Rabaa boleh dibilang maju, pasalnya mereka menjadikan rencana kerja yang disusun menjadi basis utama pengelolaan hutan nagari. Dikatakannya LPHN Pakan Rabaa mampu menyusun poin penting rencana kerja pengelolaan hutan.

“Rencana kerja pengelolaan yang dimaksud seperti pengamanan kawasan hutan, kemudian kawasan hutan dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha berkelanjutan, lalu pemanfaatan jasa lingkungan,” terangnya.

Kekuatan utama LPHN Pakan Rabaa, imbuhnya lagi, terletak pada pengambilan tindakan atas keputusan bersama. Setelah itu konsekuensi dari keputusan itu juga ditanggung secara bersama-sama.

“Kekompakan itu yang membuat mereka bisa mengelola hutan dengan baik. Semoga setelah mendapat penghargaan, kekompakan itu terus dipertahankan, dan dapat menjadi motivasi bagi kelompok pengelola hutan yang lain,” tukuknya. (HS/Depitriadi)

Leave your vote

254 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed