Sastra

Kumpulan Puisi Karya Safitri Saraswati

HaloSumbar.com – Pemilik nama lengkap I Gusti Ayu Safitri Saraswati ini lahir di Denpasar, 28 tahun silam. Dia mewarisi darah seni dari keluarga ibu yang sebagian besar adalah penari.

Namun, baginya seni itu baginya memiliki cakupan luas, tak melulu harus mengikuti apa yang telah ada di depan mata. Dari kecil Safitri suka membaca, bahkan kemampuan membacanya jauh lebih pesat daripada kemampuan menulis.

“Saya suka bercerita. Mulai mengarah ke sastra dari SMP, saya bergabung dalam kegiatan jurnalistik dan organisasi siswa. Saat SMA, saya tergabung dalam teater yang mengajarkan saya bagaimana berseni peran. Sayangnya, masa kuliah saya tak sempat melakukan apapun selain melaksanakan kewajiban sebagai seorang ibu,” tutur Safitri Saraswati.

Namun, Safitri Saraswati tetap berbangga.

Kini setelah buah hatinya beranjak besar, dia pun membuka gerbang waktu dan mulai menekuni apa yang telah terpendam sebagai hasrat sejak lama.

“Tak hanya membaca karya orang ternama, kini saya pun mulai belajar mencipta. Terima kasih, semoga semua makhluk berbahagia,” harapnya.

 

TAK ADA AKU HARI INI

Tak ada aku hingga seminggu lagi

Aku hilang terbawa kesedihan mendalam

Aku raib dibalik malam nan kelam

Apalah aku ini

Tak dirindui tak pula dikasihi

Aku hanya lentera mati

Yang merangas diantara malam dan pagi

Tidak ada aku hari ini

Tidak akan pernah kau jumpai lagi

Pergiku tak usah kau tangisi

Dukaku pun menolak untuk diratapi

Aku terbuang

Pantas dibuang

Bergembiralah

Karena aku tak ada lagi (Denpasar, 2 September 2017)

SENJA KU MENANGIS

Senja adalah waktu yang tepat untuk mengurai tangis

Mengapa? Tanya mereka

Sebab saat senja bayang temaram dirinya terlihat, jawabku

Baca juga :  Kirimkan Karyamu, Puisi: Tiga Rasa Berakar Diam

 

Bayangan itu…

Membawaku pada kenangan lama

Kenangan yang sebenarnya usang

Namun masih amat segar dalam ingatan

 

Kenangan yang cukup ampuh

Membuatku mengharu biru

Hingga semakin lama menjadi gerau

Hatiku semakin terpuruk

 

Ayo, bangkitlah! Kata semua

Semua yang benar mencintaiku

Kawan-kawanku

 

Bukan dirinya yang tinggalkanku

Setelah diketahuinya kekuranganku

 

Oh senja, aku terisak

Dibawah naunganmu

Sungguh kurasa malu

Karena kau lihat kesedihanku

 

Senja tolong aku

Sembuhkan lukaku

Hapuskan air mataku

Dengan kehangatanmu (Denpasar, 2 September 2017)

 

PENDAR BULAN

Bulat sempurna

Terkembang nyata

Lintas Cahaya

Tangkapan mata

 

Mata, bila ia mata

Maka ia terindah

Seindah milikmu

Yang teduh mendayu sendu

 

Di sana

Di genangan itu

Maukah kau berenang bersamaku

Meraih terangnya

 

Kita mandikan cinta

Dengan Cahaya (Denpasar, 5 September 2017)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top