Utama

Awal Tahun, Pelayanan Klaim Jaminan Hari Tua di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi Meningkat

HaloSumbar.com – Memasuki awal tahun 2018, pelayanan klaim jaminan hari tua (JHT) di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi meningkat. Rata-rata dalam sehari pengajuan klaim mencapai 30 hingga 40 orang. Sementara pada hari biasa, permohonan yang masuk hanya berkisar 20 orang.

Salah satu penyebab ramainya permohonan klaim Jaminan Hari Tua tersebut, menurut Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi, Lisa Anamerta, Senin (5/3), disebabkan banyaknya pensiunan muda diiringi kecenderungan berakhirnya masa kontrak kerja sejumlah pegawai di penghujung tahun.

“Biasanya trend awal tahun melayani peserta yang habis kontrak di akhir tahun. Trend lainnya menjelang lebaran, itu juga ramai,” imbuhnya.

Menariknya, sepanjang tahun 2017, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bukittinggi sudah mencairkan klaim jaminan hari tua (JHT) sebanyak 4.516 kasus.

“Dengan jumlah itu, total pembayaran yang sudah kami lakukan mencapai Rp 35,6 Miliar,” terang Lisa.

Ditanyakan bagaimana prosedur pengajuan klaim, Lisa menyebutkan persyaratan yang cukup mudah. Bahkan, dalam satu atau dua hari JHT sudah dapat diterima oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan mengantarkan berkas yang lengkap ke kantor BPJS Ketenagakerjaan, keesokan harinya bisa langsung ditransfer ke rekening penerima manfaat,” katanya.

Terutama bagi peserta yang berada di wilayah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Mandiri, lanjut dia, yaitu KCP Agam di Lubukbasung dan KCP Pasaman Barat di Simpangempat.

“Dua KCP Mandiri ini dapat langsung melakukan pembayaran, yaitu sehari setelah pengajuan klaim. Sementara untuk KCP Tanahdatar, KCP Limapuluh Kota Payakumbuh di Tanjungpati dan KCP Pasaman di Lubuksikaping akan berkoordinasi dengan Kantor Cabang Bukittinggi. Sistemnya terintegrasi secara online, jadi tetap saja pembayaran dapat dengan cepat dilaksanakan,” tegas Lisa.

Lisa juga mengajak para pekerja yang tidak berada dibawah naungan perusahaan untuk ikut mendaftarkan diri sebagai peserta kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Baca juga :  Petisi Tolak SNSD Beredar Jelang HUT Kemerdekaan RI, Ini Tanggapan Netizen...

Peserta BPU ini adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan. Misalnya buruh harian, driver ojek online, petani, serta jenis pekerjaan lain yang sifat pendapatannya tergantung pada usahanya sendiri.

Dia mencontohkan baru-baru ini sebanyak 150 orang yang tergabung dalam komunitas Driver Online Bukittinggi Community (Dobcom) telah bergabung sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Setiap individu yang memiliki pekerjaan dan usaha, dapat menjadi peserta. Caranya gampang. Cukup mendaftar dengan fotocopy KTP dan KK dan mendatangi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Dengan iuran sebesar Rp 16.800 perbulan, peserta sudah mendapatkan dua program yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM),” pungkasnya. (HS/adv)

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top