Kemenkominfo Gandeng 4 Pakar Hadirkan Literasi Digital

  • Whatsapp

Agam, HaloSumbar.Com — Industri 4.0 diprediksi memiliki potensi manfaat yang besar dalam pemanfatan teknologi digital. Generasi milenial di Kabupaten Agam bahkan bisa mempengaruhi putaran ekonomi dunia.

Hal itu disampaikan CEO Ruang Ide Komunikasi, Awan Albana sebagai salah satu dari empat narasumber yang dihadirkan Kemenkominfo RI lewat webinar bertajuk Literasi Digital di Kabupaten Agam, kemarin (11/8).

“Sejak lahir, gen alpha sudah hidup di dunia dengan perkembangan teknologi yang pesat. Gawai sudah menjadi bagian dari hidup gen alpha sepenuhnya,” katanya.

Rentang usia gen alpha yang masih sangat muda, sambung Awan, mempengaruhi putaran ekonomi dunia. Namun, dibalik kelebihan itu, generasi ini masih sangat membutuhkan peran dan kasih sayang orang tua.

“Butuh strategi khusus untuk mendidik anak yang terlahir pada generasi ini agar mereka tumbuh menjadi anak yang mahir akan teknologi tetapi tetap menghargai nilai-nilai kekeluargaan,” jelasnya.

Narasumber dari kalangan Pekerja Seni, Reda Lida Gaudiamo menyebut jejak digital masyarakat dapat tertinggal di internet.

“Jika masyarakat banyak meninggalkan informasi tentang dirinya sendiri, orang lain bisa memanfaatkannya hanya dengan menggunakan mesin pencari sederhana,” katanya.

Untuk itu, sambung Reda, hal yang harus dilakukan dalam melindungi data digital meliputi, batasi diri membagikan data, hindari situs web yang tidak aman, tidak memasukan data pribadi di wifi umum, serta tidak mengumbar informasi pribadi di media sosial.

“Teknologi digital diciptakan untuk memudahkan masyarakat. Manfaatkanlah dan gunakan untuk membuat dunia yang lebih baik,” paparnya.

Aktivis Ekonomi Milennial, Salistio Erista Putra memberikan materi dengan menjabarkan pola pikir konsumtif, antara lain perilaku membeli hanya berdasar pada faktor keinginan dan kepuasan bukan faktor kebutuhan.

“Sementara, pola pikir produktif, selalu ingin terus berkarya, menciptakan nilai manfaat bagi diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Contoh perilaku konsumtif di internet, kata Salistio, seperti membuka media sosial yang berlebihan untuk mencari informasi yang kurang dibutuhkan, atau menghabiskan waktu berlama-lama untuk scroll tiktok.

“Contoh perilaku produktif, antara lain pasarkan produk UMKM secara online, membangun Network, meningkatkan pengetahuan, serta menyalurkan kreatiftias menjadi efektif,” sebutnya.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital, seorang Tenaga Ahli Programmer, Dekasi Nurul Haq, menjabarkan cara mengetahui kebenaran berita.

“Hati-hati dengan judul provokatif, biasanya berita hoaks akan menampilkan judul yang menakuti masyarakat. Padahal judul tersebut belum tentu sama dengan isi berita,” katanya.

“Cermati alamat situs seperti cek link berita apakah valid atau tidak, setelah itu cari fakta lainnya dengan cara mencari berita yang sama dari sumber yang lain, cek juga siapa yang menerbitkan berita tersebut beserta bukti kongkritnya,” tambah dia.

Webinar diakhiri oleh influencer dengan 18,4 ribu pengikut di media sosial, Bella Sugita yang menyimpulkan hasil webinar yang sudah diangkat oleh para narasumber.(HS-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *