Jaga Keamanan Ruang Digital di Kota Bukittinggi, Ini Kata Pakar

  • Whatsapp

Bukittinggi, HaloSumbar.Com — Sederet akademisi dan praktisi internet mengajak masyarakat untuk tetap waspada bermedia sosial. Menjaga keamanan di ruang digital dianggap penting untuk tetap bisa kreatif dan produktif memanfaatkan teknologi.

Hal itu disosialisasikan lewat sebuah webinar bertajuk Literasi Digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informasi di Kota Bukittinggi baru-baru ini.

Narasumber webinar dari kalangan Pekerja Seni, Reda Linda Gaudiamo menjabarkan bersikap positif di internet, dapat dilakukan dengan membatasi asupan, tonton video lucu, mendukung bisnis lokal favorit, berempati kepada orang lain, serta tetap bersyukur.

“Untuk kreatif di internet, caranya mengikuti akun yang inspiratif dan bermanfaat, berkolaborasi, mencoba kegiatan baru, hindari segala yang berlebihan, coba kanal baru, serta manfaatkan waktu yang ada,” katanya, Jumat (13/8).

CEO Ruang Ide Komunikasi, Awan Albana menjelaskan di era digital jumlah akses dan para pengakses kian banyak dan tak terbatas.

“Setiap celah keamanan dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan, mulai dari pencurian data hingga bentuk perusakan sistem. Maka dari itu, setiap individu harus bertanggungjawab atas keamanan diri dalam dunia digital,” katanya.

Dosen Desain Komunikasi Visual ISI Padang Panjang, Ary Leo Bermana membahas kiat sederhana menjadi lebih produktif dengan membuka bisnis online sesuai dengan hobi.

“Bermodal memiliki akun media sosial, memiliki akun e-commerce, manajemen waktu dan keuangan, respon cepat, kepercayaan, dan santun, serta serius dan dinamis,” katanya.

Sementara itu, Kaprodi Desain Komunikasi Visual ISI Padang Panjang, Ferry Fernando menjelaskan apabila pria dan wanita saling memberikan persetujuan untuk pembuatan foto atau rekaman pornografi, kemudian pria menyebarkannya, tetapi pihak wanita sebelumnya tidak memberikan pernyataan tegas untuk melarang hal tersebut, maka wanita dapat terjerat tindak pidana penyebarluasan pornografi.

“Setiap informasi yang datang bisa dikontrol dan difilter terlebih dahulu. Orang tua yang baik adalah mereka yang cakap memberikan dan menghadirkan informasi kepada keluarganya,” tutupnya.

Webinar diakhiri oleh salah satu konten kreator dengan 12 ribu pengikut di media sosial, Sevira Elda yang menyimpulkan bahwa untuk aman di internet, dapat dilakukan dengan cara antara lain memeriksa pengaturan privasi di semua media sosial, tidak mengaktifkan GPS.

“Pikirkan perasaan orang lain, lebih baik diam, saring sebelum membagikan sesuatu di internet, serta laporkan akun yang membawa aura negatif di internet,” pungkasnya.(HS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *