by

Pacu Itik di Payakumbuh, Mau Nonton? Ini Jadwalnya!

HaloSumbar.com,Payakumbuh–Pacu itik adalah permainan yang melombakan kemampuan itik terbang lurus di atas udara dan mendarat di tempat yang sudah ditentukan. Di dunia, permainan ini hanya ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Itu pun tidak di semua nagari atau kampung. Tapi hanya ada di empat nagari. Yakni, Nagari Aua Kuniang dan Nagari Aie Tabik, Kota Payakumbuh. Kemudian, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang-Panjang dan Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Penyelenggaraan pacu itik tak obahnya bagaikan ajang balap mobil Grandprix Formula 1. Betapa tidak, setiap musim pacu itik datang, gelanggang atau sirkuit yang digunakan, selalu berpindah-pindah.

Bila minggu ini digelar di Tunggua Kubang, Nagari Aua Kuniang. Minggu berikutnya, pindah ke kawasan Bodi, Nagari Aie Tabik atau ke Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padangpanjang yang punya sirkuit paling banyak.

Setelah itu, pindah lagi ke Rageh, Nagari Sungai Kamuyang atau kembali ke Nagari Aie Tabik, dengan menjajal sirkuit yang ada di Padang Cubadak Sicincin, Bodi dan Padang Alai. Begitu seterusnya. Sampai 11 gelanggang yang tergabung dalam raind bond, kebagian jadi tuan rumah.

Selain adil, perlombaan yang digelar dari satu gelanggang ke gelanggang lain atau dari sirkuit yang satu ke sirkuit yang lain, tentu menguatkan silaturahmi masyarakat. Khususnya para pemilik itik pacuan yang berjumlah ratusan orang.

Dalam permainan pacu itik biasanya ada 4 nomor yang dipertandingkan. Dengan jarak pacuan yang berbeda setiap nomornya. Mulai dari nomor 800 meter, 1.000 meter, 1.200 meter, sampai 1.600 meter atau disebut pacuan boko (bebas).

Untuk nomor 800 meter dan 1.000 meter, setiap itik yang dilombakan atau dilempar peserta ke udara, setelah terbang lurus di atas ketinggian 10-20 meter, harus mendarat di bawah garis finish yang ditentukan. Pecandu pacu itik menyebut garis tersebut sebagai garis mati.

“Kalau itik yang ikut pertandingan, mendaratnya lewat dari garis mati yang sudah ditetapkan, maka itik tersebut gugur. Pokoknya, setelah start, pacu itiak berakhir di garis mati,” kata Yendri Bodra Dt Parmato Alam, Ketua Umum Persatuan Olahraga Terbang Itik (Porti) Payakumbuh dan Limapuluh Kota kepada halosumbar.com.

Terkait : Pimpin Golkar Payakumbuh, Parmato Alam Belajar dari Pacu Itiak

Sementara, untuk pacu itiak dengan nomor pertandingan 1.200 meter dan 1.600 meter atau disebut dengan jalan panjang, tidak menggunakan garis mati. Itik boleh mendarat di atas ataupun di bawah garis yang sudah ditentukan. Bebas. Sepanjang, itik tersebut tetap terbang lurus.

Nah, jika Anda penasaran seperti apa serunya pacu itik di Payakumbuh dan Limpuluh Kota, silahkan datang ke dua daerah bertetangga ini. Untuk 2017 ini, sudah ada jadwalnya.

Dimana pacu itik tahun 2017 akan dimulai 22 sampai 23 Juli di gelanggang Padang Laweh, Nagari Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padang Panjang. Kemudian, 29 dan 30 Juli 2017, pacu itik akan digelar di gelanggang Tanjuang Haro. Berikutnya, 5 sampai Agutus, pacu itik berlangsung di Padang Panjang.

Sementara, 12-13 Agutus 2017, akan digelar di Padang Cubadak. Pada 19-20 Agustus di Tunggua Kubang, dan 26-27 Augustus 2017 di Bodi, Payakumbuh.

Sementara September 2017, pacu itik akan digelar pada tanggal 2 dan 3 di Tigo Balai. Kemudian 9-10 September di Aua Kuniang, 16-17 September di Rageh, dan 23-24 September di Sikabu-kabu, Limapuluh Kota.

Ayo, tunggu apalagi. Saksikanlah beramai-ramai pacu itik yang merupakan event langka di atas dunia ini
“Kami tunggu,” kata Parmato Alam mewakili raind bond Porti Luak Limopuluah. (HS-UP)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed