Kesehatan

Ini Alasan Menggunakan Kuteks Tidak Dianjurkan

HaloSumbar.Com, — Di fasilitas pelayanan kesehatan, tidak dianjurkan seseorang menggunakan cat kuku atau kuteks, sebab menghalangi penilaian cappilary nail refill test, yang merupakan pemeriksaan sederhana, tapi bermanfaat untuk mengetahui sirkulasi oksigenisasi dalam tubuh manusia.

Biasanya, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau dimana saja, apa bila terjadi perdarahan hebat dan muntah serta diare berlebihan, maka pemeriksaan cappilary refill time sangat bermanfaat dilakukan untuk mendeteksi awal apakah sirkulasi oksigenisasi terganggu atau terjadi dehidrasi, syok, dan lain-lain.

Cappilary Nail Refill Test (CNRT) atau Cappilary Refill Time (CRT) adalah suatu pemeriksaan untuk mengetahui pengisian kembali pembuluh darah kapiler (tepi) pada ujung kuku jari tangan setelah ditekan kurang lebih selama 2 detik.

Setelah ujung jari ditekan, di kuku akan kelihatan pucat, lalu tekanan dilepas dan kemudian waktu pengisian balik kapiler akan terlihat di permukaan kuku. Normalnya akan kembali dalam waktu < 2 detik.

Terkait nilai normal cappilary nail refill test ini juga beragam, ada pendapat ahli mengatakan kurang dari 2 detik dan ada pula yang menyatakan batas maksimal kurang dari 3 detik. Namun di Indonesia Kementrian Kesehatan (Kemenkes) cendrung menggunakan nilai normal kurang dari 2 detik.

Cara melakukan Cappilary Nail Refill Test / Video https://youtu.be/3KGiVw9sOcA

Cara pemeriksaan Cappilary Nail Refill Test / Video : https://youtu.be/3KGiVw9sOcA

Apa bila melebihi dari nilai normal yang telah ditentukan, terindikasi terjadinya gangguan perfusi dan oksigenisasi dalam tubuh seseorang, maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lanjutan, dan orang tersebut akan mendapatkan therapy dan perawatan serius.

Perfusi dan oksigenisasi yang dimaksud adalah aliran darah yang dipompakan dari jantung keseluruh tubuh nan kaya oksigen yang dapat dinilai dan dikaji.

Darah yang dipompakan tersebut hingga ke pembuluh darah paling kecil, bernama kapiler terletak paling ujung atau paling jauh dari jantung, seperti bibir dan kuku. Manakala seseorang kurang oksigen dalam darah karena perdarahan atau karena dehidrasi maka terlihat bibir pucat dan membiru, termasuk kuku bisa dinilai melalui cappilary nail refill test.

Jadi, bagi wanita dan siapa saja, perlu kembali memikirkan dan merubah pola bergaya, mana tau suatu hari nanti, kuteks yang ada di kuku menghambat pemeriksaan saat anda berobat atau membutuhkan pertolongan cepat di Fasilitas layanan kesehatan, karena cappilary nail refill test tidak bisa dilakukan terhalang oleh kuteks.(HS/Oneal/ Ilustrasi  : Pixabay.com)

Baca juga :  Tanpa Operasi, Ibu Ini Melahirkan Bayi Raksasa Seberat 6,2 Kilogram di Bukittinggi

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top