Daerah

HUT Perak Perpindahan Ibukota, Ini 10 Keluhan dan Harapan Masyarakat Agam

HaloSumbar.com – Hari ini, Kamis (19/7) tepat seperempat abad perpindahan ibukota Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubuk Basung. Pada momentum tersebut, selain pidato bupati dan keriuhan arak-arakan jamba di lingkungan Pemerintahan Agam, ternyata ada suara-suara kecil yang meminta untuk didengar. Apa saja itu?

Berikut 10 keluhan dan harapan masyarakat Agam yang berhasil dihimpun HaloSumbar.com dari pelbagai profesi.

1. Pedagang Kaki Lima

“Semoga kami bisa bebas berjualan di dekat sekolah, jangan diusir-usir lagi. Masa guru boleh berjualan, kok kami tidak, padahal kami berjualan tidak setiap hari.” – Aldi (39) pedagang es serut asal Geragahan.

2. Tukang Ojek

“Semoga harga bahan bakar minyak tidak naik lagi. Kemudian mohon tertibkan mobil lansiran minyak di pom bensin, jangan hanya mereka yang didahulukan, kami kan juga mengantre.” – Fitra (22) tukang ojek asal Lubukbasung.

3. Tukang Parkir

“Harapannya diberi bantuan layar supaya kendaraan yang diparkir tidak kena panas langsung. Carilah petugas parkir yang bertanggung jawab.” – Darmin Anwar (70) petugas parkir asal Lubukbasung.

4. Tukang Tambal Ban

“Maju! Dan jangan biarkan koruptor merajalela.” Mulyanto (55) tukang tambal ban asal Lapau Talang.

5. Petani

“Beri kami subsidi pupuk, kalau tidak turunkah harga pupuk dan racun. Mohon dinas terkait perhatikan harga jagung di pasaran. Kemudian beri kami bibit unggul. Terpenting mohon penyuluh dari dinas melihat kondisi kami.” – Zul (54) petani jagung asal Lapau Talang.

6. Penjaga Warnet

“Tolong PLN lampunya jangan hidup mati. Kalau memang mati ya dimatikan, jangan sebantar mati lalu hidup lalu mati lagi, kan perangkat komputer bisa rusak.” – Arif (20) penjaga warnet.

Baca juga :  Sabtu Bersama Disdukcapil Solsel, Urus Data Kependudukan Tetap Bisa Dilayani

7. Sopir

“Mohon dinas terkait benahi lagi trayek kami. Kemudian kalau pemerintah ada agenda ke luar daerah, ya sekali-kali gunakan jasa kami, jangan mobil pariwasata saja yang dipakai.” – Kiris (37) sopir angkatan umum asal Manggopoh.

8. Kuli Bangunan

“Pembangunan ditingkatkan lagi sampai ke pelosok.” – Gusdi Samad (60) kuli bangunan asal Malabua.

9. Petugas Kebersihan

“Pembagian wilayah kerja diatur lagi. Alat-alat yang kurang dilengkapi.” – Ramadan (47) petugas kebersihan asal Tiku.

10. Pedagang Ikan

“Bantu kami cari solusi ketika pasokan ikan dari Tiku macet. Kemudian bantu kami dari segi sarana, seperti fiber kotak tempat ikan, biar masyarakat bisa terus makan ikan segar.” – Waljihar (60) Ketua Organiasi Pedagang Ikan (OPI) asal Monggopoh.

(HS/Depit)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top