Daerah

Mengkhawatirkan, Kasus HIV/AIDS Terus Melonjak di Kota Payakumbuh 

HaloSumbar.com – Dari tahun 2004 hingga 2018, menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Payakumbuh, pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) terus melonjak naik hingga mencapai 75 Kasus.

Kondisi demikian cukup mengkhawatirkan, sebab grafik pengidap HIV/AIDS di ‘Kota Gelamai’ (julukan Kota Payakumbuh) terus meningkat dari tahun ke tahun. Dan, kasus HIV/AIDS paling tinggi pada tahun 2017, yakni 15 kasus.

“Sedangkan di tahun 2018 ini, sudah ada laporan dari beberapa puskesmas, namun secara pasti yang telah melalui pemeriksaan baru 1 kasus penderita HIV/AIDS yang terdeteksi dari Voluntary Counselling and Testing (VCT) Puskesmas Ibuh, ” kata Fahman, Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Payakumbuh.

Awal ditemukan kasus HIV/AIDS di Kota Payakumbuh pada tahun 2004. Dari pemeriksaan petugas kesehatan, bahwa pria berusia kurang dari 35 tahun tercatat positif  mengidap virus AIDS, dan telah dinyatakan meninggal.

Kemudian, ditahun berikutnya 2005, 2006 dan 2007 tidak satupun ditemukan kasus HIV/ AIDS di Kota Payakumbuh. Tapi, pada tahun 2008 diluar dugaan, ditemukan sebanyak 3 orang positif mengidap AIDS, dan saat ini telah dinyatakan meninggal ketiga orang dimaksud.

Pada tahun 2009, terjadi peningkatan 3 kali lipat, yakni ditemukan 9 kasus, dengan rincian 3 orang mengalami HIV dan 6 orang didiagnosa AIDS. Dan, telah dinyatakan meninggal sebanyak 6 orang.

Di tahun 2010, kasus HIV/AIDS yang terdata hanya 4 orang. Dari 4 orang dimaksud, 1 orang positif mengidap AIDS dan 3 lagi menderita HIV. Hingga data ini dipublikasikan, keempat penderita tersebut masih hidup.

Selanjutnya, di tahun 2011 ditemukan lagi kasus HIV/AIDS pada 7 orang, begitu pula ditahun 2012, sebanyak 7 orang, dan di tahun 2013 juga sejumlah 7 orang. Jadi 3 Tahun berturut-turut dari 2011-2013 telah terdata penderita HIV /AIDS sejumlah 21 orang.

Baca juga :  Mayor Inf Yusuf Saud Tanjung Pimpin Batalyon 131/Braja Sakti Payakumbuh

Dengan rincian, 7 orang mengalami HIV dan 14 orang mengidap AIDS dan 8 orang dinyatakan telah meninggal dunia. Sesuai data KPAI Payakumbuh, penderita yang masih hidup dan mendapat konseling sebanyak 13 orang.

Sedangkan pada tahun 2014, ditemukan 3 orang lagi penderita HIV, dan 6 orang positif AIDS, total 9 orang terdiagnosa HIV/AIDS ditahun 2014 tersebut.

Berdasarkan laporan KPAI Payakumbuh, dari 9 penderita dimaksud, telah meninggal 1 orang.

Selanjutnya di tahun 2015, virus AIDS telah merenggut nyawa warga Payakumbuh sebanyak 3 orang, dari total 5 kasus yang ditemukan oleh KPAI.

Dan, di tahun 2016 ditemukan lagi kasus baru, yakni sebanyak 7 orang penderita HIV/ AIDS. Sebanyak 6 mengidap HIV dan 1 orang terkena AIDS, dinyatakan meninggal sebanyak 1 orang.

Di tahun 2017, uniknya penderita yang dinyatakan positif HIV/ AIDS sebanyak 15 orang, 5 diantaranya merupakan dari pasangan sejenis.

“Dari 15 kasus HIV/AIDS pada tahun 2017, lima orang diantaranya pasangan sejenis, dan dua lagi terdeteksi setelah menikah, dan bahkan sedang hamil,” papar Fahman, membeberkan pada wartawan.

Diwaktu berbeda, berdasarkan keterangan Elzadaswarman, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, (10/2) bahwa di Payakumbuh terdeteksi orang hidup dengan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) sebanyak 641 orang.

Dan, beliau mengajak masyarakat yang mencurigai diri atau keluarganya untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas. Ada lima Puskesmas di Payakumbuh yang siap melayani pemeriksaan VCT, yakni puskesmas Payolansek, Tarok, Ibuh, Padang Karambia dan Lampasi. (HS/Oneal)

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top