Daerah

Di Payakumbuh, Empat Balita Pernah Dijangkiti Virus HIV

HaloSumbar.com – Penyakit mematikan bernama Human Immunodeficiency Virus (HIV) pernah menjangkiti empat orang balita di Kota Payakumbuh.

Kasus itu terungkap berdasarkan data yang dibeberkan Fahman, Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Payakumbuh, Sabtu (10/2) pada media ini.

Menurut data dalam tabel tentang jumlah kumulatif penderita HIV/AIDS di Kota Payakumbuh dari tahun 2004 -2017, bahwa telah ditemukan sebanyak 74 kasus, dan ditahun 2018 disinyalir bertambah 1 kasus lagi.

“Sedangkan di tahun 2018 ini, sudah ada laporan dari beberapa Puskesmas, namun secara pasti yang telah melalui pemeriksaan baru 1 kasus penderita HIV/AIDS yang terdeteksi dari Voluntary Counselling and Testing (VCT) Puskesmas Ibuh, ” kata Fahman.

Terkait : Mengkhawatirkan, Kasus HIV/AIDS Terus Melonjak di Kota Payakumbuh 

Kasus HIV yang ditemukan pada Balita tersebut, terjadi pada tahun 2012 sebanyak 1 orang, dan pada tahun 2013 satu orang.

Selanjutnya pada tahun 2014, kasus HIV pada balita bertambah menjadi 2 orang. Dan, dari 2015 hingga 2018, belum ada laporan yang menyatakan balita tertular virus HIV.

Terpisah, Menurut dr.Elfitrimelly, Sp.A, selaku dokter spesialis anak yang berpraktik di RSUD dr Adnaan WD yang dihubungi via pesan instan bahwa, “balita yang mengidap penyakit HIV, biasanya tertular dari ibunya saat dalam kehamilan.”

Dokter Fit menambahkan, “pada prinsipnya HIV tidak dapat disembuhkan. Karena menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.”

“Apalagi balita kalau sedang terinfeksi virus HIV, sejak usia dini, maka prognosis makin buruk. Bila mengalami infeksi oportunistik, gejala HIV akan muncul secara sistemik,” tutup dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas tersebut.

Menanggapi akan bahaya HIV ini, Asra Faber, Kakanmenag ( Kepala Kantor Kementrian Agama) Kota Payakumbuh, melalui  Wahyu Uliadi, selaku humas menirukan ucapannya, “diharapkan warga berhati-hati dalam menentukan pasangan hidup.”

Baca juga :  Kepala Sekolah MTsN Berhentikan Siswi Dengan Surat Tulisan Tangan

Kemudian, masih menurut Wahyu Uliadi, upaya pencegahan saat penataran pra-nikah, kedua pasangan diharapkan melakukan pemeriksaan VCT. Dan, upaya pencegahan lainnya juga dilakukan melalui mubalig yang berceramah saat pengajian di Masjid. (HS/Oneal)

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top