Kesehatan

Hasil Riset Unand Diminati Kimia Farma jadi Bahan Baku Pabrik

HaloSumbar.com – Peresmian pabrik Rapid Test milik PT Kimia Farma yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan Nila F Moeloek Rabu siang (24/1), bakal menjadi angin segar bagi ilmuan Sumbar. Khususnya, para peneliti Universitas Andalas (Unand). Pasalnya, hasil riset Unand diminati Kimia Farma sebagai bahan baku pabrik tersebut.

Hal itu menjadi bukti tindaklanjut kerjasama yang dijalin Unand dengan PT Kimia Farma awal Januari lalu. Dalam sambutannya, Nila F Moeloek menyambut baik kerjasama yang dirancang oleh Unand dan PT. Kimia Farma dan diharapkan akan dapat dikelola dengan baik.

Rektor Unand, Tafdil Husni mengatakan kerjasama ini menunjukkan penelitian yang dilakukan oleh para dosen selama ini tidak lah sia-sia. Akan ada nilai tukar antara karya ilmiah, produk kesehatan dan sisi bisnis oleh perusahaan farmasi.

“Bagi Unand banyak keuntungan yang didapatkan. Selain sebagai bentuk pengakuan dan hilirisasi hasil penelitian dari peneliti Unand, ini juga merupakan income generating bagi Unand,” kata Tafdil Husni yang juga didampingi Dekan Fakultas Kedokteran, Wirsma Arif Harahap.

Tafdil juga menyebut pihaknya akan mengembangkan Pusat Inovasi Techno-Medicine yang merupakan hasil kolaborasi peneliti kedokteran, teknik, FMIPA dan fakultas lain di Unand baik dalam bentuk reverse enginering maupun new enginering.

“Pusat inovasi ini berperan dalam menghasilkan produk alat kesehatan sederhana, dibutuhkan dan harga murah. Harapannya, ini menjadi langkah maju kerjasama industri dan perguruan tinggi dalam mempercepat kemandirian bangsa terutama bidang obat dan alat kesehatan,” pungkasnya.

Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir mengatakan ini adalah bukti awal keseriusan PT Kimia Farma terhadap kerjasama yang telah diteken. Dia menargetkan pabrik rapid test bisa menghasilkan pendapatan sekitar 50 hingga 100 miliar rupiah. Rencananya awal produksi akan dilakukan pada Februari mendatang.

Baca juga :  Ditinggal Ibu Kandung, Bayi Mungil di Bukittinggi Jadi Rebutan Calon Orangtua Asuh

Honesti membeberkan fasilitas yang terletak di Denpasar dengan luas lahan 375 meter itu, nantinya akan diproduksi massal 5 produk test kit, yaitu kehamilan (hCG test), Hepatitis (HBsAg test), Sifilis, Malaria, dan Dengue (IgG/IgM test).

Rektor Unand

Rektor Unand, Tafdil Husni bersama Menkes RI, Nila F Moeloek dan Dirut PT Kimia Farma Honesti Basyir

Honesti Basyir menganggap tawaran kerjasama yang dirancang oleh peneliti dan tim riset Unand bersesuaian dengan visi perusahaan.

“Pabrik rapid test di Denpasar Bali untuk sementara bahan bakunya adalah impor. Kesediaan peneliti Unand untuk mengembangkan berbagai produk bahan baku akan mempercepat diversifikasi produk, sehingga berbagai produk rapid test akan dapat dikembangkan,” ujarnya sebagaimana diaminkan Kepala Bidang Penelitian RS Unand, Andani Eka Putra yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Andani menyebut perhatian besar Unand dalam riset kesehatan pada dasarnya tidak terlepas dari pendirian RS. Unand di kampus Limau Manis. Rumah sakit ini harus mampu memberikan corak dan karakter yang mampu mempercepat pengembangan riset translasional di bidang kesehatan.

“Riset translasional adalah riset yang menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Andani.

Dijelaskannya, produk dalam bentuk bahan baku antibodi dan protein rekombinan yang dihasilkan oleh tim peneliti selanjutnya akan  didesain oleh PT. Kimia Farma menjadi rapid test yang dijual secara komersial setelah melalui uji diagnostik yang ketat.

“Kebijakan yang berorientasi mutualisme ini kemudian juga melibatkan peneliti dalam jumlah yang lebih banyak. Ada juga penelitian pengembangan gambir sebagai bahan obat. Ini semua dapat memberi manfaat untuk dunia medis, dan bagi Unand ada income yang akan diperoleh,” pungkas Andani. (HS/rel)

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top