by

10 Bulan Berburu, Ternyata Harimau Sumatera yang Mengintai Pinggiran Kota Bukittinggi memulai Aksinya Di sini…

HaloSumbar.Com – Keberadaan satwa liar nan langka satu ini cukup menarik perhatian banyak netizen. Harimau Sumatera yang dikabarkan menebar teror selama 10 bulan terakhir, rupanya mulai beraksi tidak jauh dari pemukiman warga.

Sebagaimana diberitakan Halosumbar.com sebelumnya, Harimau Sumatera Mengamuk di Pinggiran Kota Bukittinggi, Jumlah Korban… Ternyata si ‘inyiak balang’ mulai menampakkan jejaknya di kawasan Pauah, Jorong PGRM, Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatangkamang.

Surya Wendri, mantan Camat Kamangmagek yang kini pindah tugas sebagai Camat Baso, Kabupaten Agam membantah harimau Sumatera menyerang ternak warganya.

“Rasanya gak pernah ada laporan kerbau diterkam harimau di Kamangmudiak. Tahun 2016, saya masih bertugas di Kamangmagek,” katanya melalui pesan Whatsapp, Sabtu (22/7).

Masalahnya, lanjut Surya, ini berita besar. Sepengetahuannya, sebesar apapun masalah   di Kamangmagek tidak luput dari perhatian pihak kecamatan.

“Mohon ini diklarifikasi secepatnya, pemerintah nagari dan kecamatan tidak tau peristiwa ini. Baru saja saya telpon kepala jorong tidak ada kerbau yang mati tahun 2016, apa lagi diterkam harimau,” akunya.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Bukittinggi, AA Jusmar juga menerangkan ternyata Pauah yang dimaksud bukan di Kamangmagek.

Melainkan adalah kawasan hutan yang berada dekat dengan pemukiman penduduk dan area pertanian di Jorong PGRM, Nagari Gaduik, Kecamatan Tilatangkamang.

Mantan Camat Kamangmagek
Camat Baso, Surya Wendri

Menelisik peta wilayah konflik satwa harimau Sumatera yang dirilis BKSDA, kawasan Pauah ini diyakini berada di jalan lintas Bukittinggi-Medan.

Terakhir, pada 8 Juli 2017, harimau Sumatera mengamuk di kawasan Sitingkai, Nagari Kotorantang, Kecamatan Palupuah. Si belang yang dilindungi undang-undang itu menerkam seekor kerbau dan lima ekor anjing.

Harimau Sumatera
Peta Sebaran Konflik Satwa Harimau Sumatera

Dari data tersebut pula dikatakan, harimau Sumatera mulai beraksi sejak 27 September 2016 sampai 8 Juli 2017. Jumlah korban seluruhnya, terbilang fantastis. Sudah 23 ekor kerbau, 41 ekor anjing, dan 2 ekor kambing peliharaan penduduk yang diterkam “Inyiak Balang”.

“Kami berharap warga sekitaran Bukittinggi dan Agam menjadikan ini pelajaran. Menghindari amukan harimau yang diduga belajar berburu itu, warga diminta untuk tidak membiarkan hewan ternak dilepas berkeliaran. Jangan pula membabat hutan secara ilegal karena dapat merusak habitat hewan buas ini,” kata Jusmar. (HS/Oneal)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed