by

Harimau si“Penjaga” Kampuang

 

HaloSumbar.Com, — Nama harimau mungkin sudah tidak asing di telinga kita.  Binatang mamalia yang satu itu saat ini kondisinya hampir nyaris punah.

Data Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat pernah menyebutkan, ada sekitar 400 hingga 500-an ekor harimau Sumatera yang masih endemik di Sumatera Barat.

Satwa ini bahkan masuk dalam daftar hewan dilindungi dalam Undang undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.

Hewan buas ini juga ternyata punya kearifan lokal tersendiri bagi masyarakat Minang Kabau khususnya. Bahkan ada juga ilmu beladiri yang dinamai silek harimau.

Harimau Palupuah, Penjaga Atau Pemangsa ?

Ketika ada konflik satwa yang melibatkan harimau dengan masyarakat seperti yang terjadi di daerah Palupuah, Kabupaten Agam beberapa hari ini, seakan menyita perhatian masyarakat kepada binatang ini.

Bagaimana tidak, harimau masih dianggap sebagai “penjaga kampung”. Tidak disalahkan memang jika ada kearifan lokal yang masih menganggap hal itu.

Sejatinya penjaga hakikatnya menjaga. Namun bagaimana jika sang “penjaga” ini memangsa hewan peliharaan milik warga? Apakah itu penjaga ataukah pemangsa?

Keresahan warga memang cukup beralasan saat “si belang” ini sudah memangsa puluhan ekor anjing warga dan hewan ternak. Istilah “penjaga” kampung ini dirasa kurang pas.

Konflik satwa dan masyarakat pun seperti menjadi langganan belakangan. Beberapa daerah sempat tercatat sebagai hal konflik satwa.

Tahun 2017 ada belasan kasus sedang 2018, ada dua kasus hingga detik ini. Lalu apa sebenarnya penyebab terjadinya?

Banyak warga berpendapat alih fungsi lahan menjadi perkebunan ataupun pemukiman jadi alasan. Pertumbuhan penduduk dan kehidupan ekonomi warga menjadi salah satu faktor.

Pertanyaannya, solusinya seperti apa?idealnya menjaga kearifan lokal tidaklah salah. Merawat hutan dan lingkungan diharuskan demi kelangsungan dan ketenangan hidup masyarakat dan satwa.

Yang jelas saat ini harimau itu sudah berada di dalam perangkap yang sengaja dipasang BKSDA dan segera di lepas liarkan ke habitat yang seharusnya.

Walau gerombolan hewan langka ini masih berkeliaran di sekitar kampung itu, Palupuah.( Donal Meisel)

Baca juga : Harimau Palupuah Batal Dievakuasi, BKSDA Tambah Perangkap dan Kamera

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

News Feed