Utama

Sepuluh Fakta Pasar Ateh Bukittinggi yang Terbakar 

Halosumbar.com — Kebakaran Pasar Bertingkat Pasar Atas Bukittinggi, Senin pagi ini (30/10/2017), menggegerkan Sumatera Barat.

Di grup-grup sosial media, foto dan video kebakaran hebat itu beredar sambung-menyambung. Berikut, sepuluh fakta Pasar Ateh Bukittinggi yang terbakar.

1. Punya 760 Toko dan 400 Lapak PKL

Pasar Ateh Bukittinggi yang di depannya dihiasi patung harimau: maskot Luhak Agam, memiliki 760 toko yang mempekerjakan seribuan karyawan.

Selain 760 toko, bagian bawah pasar ini, ditempati 400 Pedagang Kaki Lima (PKL).

2. Dulu  Disebut Los Galuang

Pasar Ateh Bukittinggi yang letaknya nyaris berhadap-hadapan dengan Jam Gadang, dulu kala hanya berbentuk los yang digunakan untuk berjualan bagi anak Nagari Kurai dan anak nagari lain di Luhak Agam.

“Dulu kala, pasar ini bernama Los Galuang,” kata Alfa Edison Dt Mustafa, pengurus Persatuan Pedagang Pasar Atas Bukittinggi kepada HaloSumbar.Com.

3. Berkembang Jadi Pasar Serikat

Pasar  Ateh Bukittinggi yang dulunya disebut Los Galuang, dalam perjalanan waktu, berkembang begitu pesat.

Sehingga dijadikan pemerintah bersama masyarakat Luak Agam sebagai Pasar Serikat.

4. Dibangun Pertamakali 1972-1974.

Pasar Ateh Bukittinggi mulai dibangun secara permanen pada 1972, dengan menggunakan dana Inpres.

“Pembangunannya, berlangsung selama dua tahun.  Dimulai sejak 1972, tuntas 1974. Pelaksana pembangunan adalah PT Rimba Kencana,” kata Edison Dt Mustafa.

5. Diresmikan Presiden Soeharto.

Pasar Ateh Bukitinggi setelah dibangun pada 1974, dinamakan pemerintah dan pedagang sebagai Pasar Bertingkat Pasar Atas Bukittinggi. Peresmiannya dilakukan Presiden Soeharto pada tahun yang sama.

6. Terbakar Pertama 1995.

Pasar Ateh Bukittinggi terbakar pertamakali pada 1995 silam. “Kala itu, ada kompor milik pedagang kopi yang meledak. Akibat ledakan itu, seluruh toko habis terbakar.

Baca juga :  Kebakaran Pasar Ateh Bukittinggi Kerugian Ditaksir Rp1,5 Triliun

“Pedagang bernama Mak Naih dan pembantunya meninggal,”  ujar Alfa Edison Dt Mustafa.

7. Perbaikan Pertama oleh TNI.

Pasar Ateh Bukittingi yang terbakar pertama kali pada 1995, berhasil diperbaiki kembali pada tahun yang sama oleh Pemko Bukitinggi.

Perbaikan pertama ini dilaksanakan CV Ubin dan melibatkan TNI, dalam hal ini prajurit Denzipur 02/Prasada Sakti.

“Dua bulan setelah terbakar pertama kali pada 1995, Pasar Ateh Bukittingi, berhasil direnovasi. Peresmiannya dilakukan semasa Wali Kota Armedi Agus dan Gubernur Hasan Basri Durin. “Waktu kebakaran itu, Pak Gubernur bantu Rp100 juta,” kenang Edison.

8. Terbakar Kedua 1997.

Pasar Ateh Bukittingi terbakar untuk kedua kalinya pada 1997 silam. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

Tapi bangunan pasar diputuskan untuk direnovasi selama dua tahun sampai 1999 atau saat reformasi baru bergulir di Indonesia.

Selama  renovasi, pedagang dipindahkan ke Pasar Penampungan yang berlokasi di pelataran jam gadang dan kampung cino.

Pasar penampungan itu juga sempat terbakar akibat meledaknya lampu petromak pada 1998.

9. Dibangun Tanpa Pungut Biaya.

Pasar Ateh Bukittinggi yang terbakar untuk kedua kalinya pada 1997, selesai dibangun kembali pada 1999.

Setelah pembangunan selesai, pedagang diperkenankan kembali masuk ke pasar tersebut, tanpa dipungut biaya

10. Terbakar Ketiga 2017.

Pasar Ateh Bukitinggi terbakar untuk ketiga kalinya pada Senin, 30 Oktober 2017.

Kebakaran ini membuat pelataran Jam Gadang menjadi lautan manusia. Awak pemadam dari berbagai daerah, berupaya memadamkan api. (HS-TIM)

Baca Juga : Akibat Kebakaran Pasar Atas Bukittinggi, 6 Orang Luka Bakar, 2 Pemilik Ruko Pingsan

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top