by

Delapan Tersangka Diserahkan ke Kejaksaan, Berkas Perkara P21 Dugaan Pencurian Sawit KUD Bima I, Abai

HaloSumbar.com – Kepolisian Resort (Polres) Solok Selatan (Solsel), gelar P21 sekaligus pelimpahan tahap II delapan tersangka perkara atas dugaan pencurian sawit milik Koperasi Bima I, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari. Seluruh berkas, tersangka dan barang bukti resmi diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Jumat, (16/3) malam.

Kapolres Solsel, AKBP Mochamad Nurdin melalui Kasat Reskrim, AKP Omri Yan Sahureka mengatakan, setelah dinyatakan lengkap sesuai petunjuk Kejaksaan. Seluruh berkas, tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke Kejari Solsel melalui P21 dan pelimpahan tahap II.

“Pelimpahan berkas ini terbagi atas dua berkas perkara tersangka. Berkas pertama, atas nama JM dan DM merupakan pimpinan lapangan. Dan diberkas kedua ada terdapat enam pelaku lainnya,” kata Omri, Senin (19/3).

Dikatakannya, delapan pelaku itu yakni, JM, 56 selaku pimpinan lapangan, DM, 47, orang kepercayaan dari JM. Lalu, HM 37, AJ, 31, GD, 52, RH, 25, BG, 52 dan AR 37, merupakan anggota dan keseluruhannya warga Nagari Abai. Selain pelaku, juga turut diserahkan barang bukti dua unit mobil pick up, kemudian buah tandan segar sebanyak 91 tandan. Serta satu unit alat pemanen sawit (Dodos).

“Proses P21 dan pelimpahan tahap II cukup mendebarkan. Karena, hampir memasuki habisnya masa penahanan yang telah ditetapkan oleh Pengadilan,” jelasnya.

Namun, semuanya bisa terselesaikan sesuai jadwal yang diharapakan. Saat ini, seluruh pekerjaan terkait kasus dugaan pencurian sawit Koperasi Bima I Abai sendiri dinyatakan telah selesai.

Sebelumnya, delapan pelaku ini ditangkap pada 15 Januari lalu, setelah mendapat laporan oleh pengurus KUD Bima I, Buyung R Cs dengan laporan nomor: 147/XI-2017 pada 9 November 2017 lalu. Laporan itu dilayangkan pascaputusan Mahkamah Agung (MA) No : 319 K/TUN/2017 tertanggal 14 Agustus 2017, mensahkan kepengurusan Buyung R Cs dalam konflik dualisme kepengurusan dengan Aswis Cs.

Para tersangka tersebut sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Koto Baru, Solok. Namun, seluruh argumen praperadilan yang diajukan ditolak oleh Hakim PN saat sidang terakhir yang digelar pada Rabu (21/2).

Dijelaskannya, ada tiga dalil yang dipraperadilan oleh delapan tersangka saat itu. Pertama katanya, proses penangkapan dan penahanan terhadap mereka. Kedua, tindakan melakukan penyidikan dinilainya tidak sah dan terakhir ajuan untuk membebaskan para tersangka.

“Dari seluruh dalil itu telah ditolak oleh hakim PN Koto Baru, Solok. Sehingga proses dilanjutkan dan perkembangan perkaranya kini sudah selesai,” jelasnya.

Delapan tersangka terancam hukuman penjara dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun sesuai Pasal 362 KUHP juncto 56 tentang pencurian.

Diketahui, Koperasi Bima I Abai berdiri sejak 1999 mengelola kebun sawit masyarakat dengan luas sekitar 836 hektare dengan 513-an orang anggota.(HS/Intan Sati)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

News Feed