Opini

Ini Langgam Bupati Irfendi Arbi Nan Menginspirasi dan Layak Diapresiasi

HaloSumbar.Com,– Kebiasaan Bupati Irfendi Arbi berdasarkan pantauan halosumbar.com nan menginspirasi adalah langgam bupati nan peduli dan santun pada rakyat.

Mengadopsi dari kamus KBBI daring, langgam adalah gaya; model; atau cara. Secara keseluruhan bisa dimaknai permainannya khas, sukar ditiru orang lain.

Langgam bupati Irfendi Arbi sebagaimana yang ia unggah di Instagram, sebetulnya tidak mudah ditiru oleh orang lain. Karena itu karakter yang tak bisa dibuat-buat.

Meski data ini hanya dihimpun melalui akun media sosial bupati Irfendi Arbi, dengan kata lain tidak menyertakan pendapat ahli.

Setidaknya data sosok Irfendi Arbi di media sosial telah mempertontonkan kepedulian dan suka menyantuni kaum dhuafa yang berdomisili di daerah yang ia pimpin.

Penulis sebetulnya tidak saja mengulas Irfendi Arbi, tapi fokus memantau beberapa kepala daerah di Sumbar melalui aktifitas di media sosial.

Seperti kegiatan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerjaan, SE.

Terlepas dari ‘aroma’ politis, penulis ingin memaparkan bahwa, sosok bupati Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki follower 8,3 ribu lebih di Instagram.

Terlihat memiliki langgam yang unik saat menyapa masyarakatnya, berupa kepedulian dan memberikan bantuan langsung.

Irfendi Arbi Peduli Dengan Masyarakat Kelas Bawah

Seperti, ketika beliau memanjat pohon atau membantu mendorong gerobak saat petani menjemur kulit kayu manis atau menolong pekerja perempuan saat mencuci motor misalnya. Seakan dianggap pencitraan.

Namun, aktifitas khas Irfendi Arbi tetap saja terlihat dalam setiap unggahan video. Dan, beliau tak mundur walau dicemooh, karena langgam itu terlihat sudah mendarah daging baginya.

Walau ada suara sumbang yang tidak disampaikan secara langsung diruang komentar akan unggahan video berdurasi pendek di akun instagram beralamat di @irfendiarbi itu, penulis mengamati banyak juga yang mengapresiasi di kotak komentar.

Baca juga :  Kebakaran Hutan dan Lahan Kembali Terjadi di Limapuluh Kota, Api Membara di Tiga Titik

Sosok Bupati Penyantun Kaum Dhuafa

Ada kesan mengapa sang bupati tidak menyiarkan kebijakan yang pro rakyat bagi kaum lemah secara ekonomi di instagram, sebagaimana pepatah usang namun masih eksis, yakni ‘ kalau mau membantu jangan diberi ikan, tapi kasih kail.’

Mengapa hal tersebut tidak dilakukan Irfendi Arbi? Demikian pertanyaan kritis yang seakan muncul, tapi jarang mengapung ke permukaan, hanya jadi bisik-bisik selingkar grup saja.

Faktanya, kaum dhuafa adalah orang tertekan dengan keadaan, bukan karena malas, atau karena kurang kemampuan akal berfikir, atau yang terbelakang pendidikan.

Tapi, karena lemah secara fisik, seperti mengalami sakit, dan telah uzur dimakan usia, yang tak bisa lagi produktif meski kepala daerah memberikan kebijakan khusus kepada mereka untuk bangkit.

Orang-orang seperti itulah jadi sasaran bantuan Irfendi Arbi dengan 1 karung beras yang langsung ia sandang dan antarkan kerumah-rumah, seraya meninggalkan beberapa lembar rupiah.

Tanpa melihat aksi Irfendi Arbi itu secara politis, meskipun unsur itu ada. Tapi, tidak semua kepala daerah yang melakukan langgam seperti demikian.

Sang bupati memberikan bantuan beras bukan satu atau dua kali, tapi sudah seperti kebiasaan berdasarkan informasi di video instagram.

Argumen lainnya, mengapa harus dipertontonkan?

Sesungguhnya berbuat baik itu, hemat penulis juga perlu dikabarkan, sebagai publik figur, penting memberi tauladan kebaikan, dan santun terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Layak disiarkan, dan diapresiasi untuk menginspirasi orang lain, agar berbuat kebaikan pada sesama.

Tanpa melihat, jabatan, posisi, dan kapasitas. Seperti ajakan beliau dideskripsi video, ” mari budayakan berbuat baik.” ( HS/Fanalton Ripudet)

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top