Features

Interview: Brian Fadli Fahmi, dari Youtubers Minang hingga Putra Jokowi

HaloSumbar.com – Brian Fadli Fahmi, berbicara banyak hal, mulai dari Youtubers Minang hingga video kontroversi putra Presiden Jokowi. Alumni Universitas Andalas (Unand) dengan chanel Brianosfer-nya ini mulai eksis sejak empat tahun silam. Baiknya tahan dulu sejenak, simak dulu pengantar berikut ini.

Masih ingat sama omelan Marshanda di Youtube 8 tahun silam? Atau sama video lipsync “Keong Racun” Sinta dan Jojo? Video yang menjadi viral pada tahun 2009 dan 2010 tersebut konon adalah cikal-bakal fenomena vlog yang belakangan tengah marak di negeri ini.

Fenomena vlog di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005. Namun baru mendapat perhatian serius di tahun 2014, ketika Awkarin menjadi tenar gara-gara video-videonya yang sensasional.

Konon vlog lebih berpotensi sebagai pendulang finansial dan popularitas. Raditya Dika sudah membuktikannya dengan meraup pundi-pundi dollar dan subscriber terbanyak di Indonesia.

Banyak yang sukses, tidak sedikit pula yang menuai kontroversi. Terbaru, jagat maya dibuat heboh oleh anak Presiden Jokowi, Kaesang dengan istilah ‘ndeso’-nya.

Demam vlog rupanya tidak main-main, hampir setiap youtubers saat ini mengarahkan perhatiannya ke sini. Selain lebih disukai, konon vlog merupakan rekam audio visual yang sangat dekat dengan keseharian youtubers, sehingga kapanpun dan dimanapun selagi ada alat perekam dan akses internet, maka vlog sudah bisa diluncurkan. Praktis bukan?

Tidak hanya di Ibukota, virus vlog juga merambah ke Sumatra Barat. Salah satunya menjangkit pria yang menjadi oknum di balik chanel youtube Brianosfer.

Youtubers Minang

Brian dengan salah satu foto karyanya.

Mulai mengenal youtube sejak 2013 telah menghantarkan pria bernama lengkap Brian Fadli Fahmi, menjadi nominasi 10 besar Vlog Competition Telkomsel se Sumatera yang diselenggarakan baru-baru ini.

Baca juga :  Emeraldy Chatra: Bisa Dimaafkan, Sulit Dilupakan

Pria yang juga berprofesi sebagai fotografer teraebut menjadi salah satu perwakilan dari Sumatera Barat, bersanding dengan komika Rin Hermana.

Kepada HaloSumbar.com, anak bungsu dari tiga bersaudara asal Kabupaten Solok tersebut berbagi cerita perihal aktivitas ngevlog yang telah dia tekuni dua tahun terakhir. Yuk simak wawancara Tim HaloSumbar.com bersama Brian berikut ini:

Apa sih bedanya vlog dengan video kebanyakan yang kita temui di youtube?

Sebenarnya sih gak ada perbedaan yang mencolok. Tapi setahu saya vlog merupakan sebuah video dokumentasi jurnalistik yang berada di dalam web yang berisi tentang hidup, pikiran, opini, dan ketertarikan. Jadi gak harus ada di youtube.

Sejak kapan Anda menggeluti dunia audio visual dan memutuskan membuat chanel di youtube khususnya ngevlog?

Awalnya kenapa saya membuat chanel youtube, itu hanya untuk sekadar menyimpan beberapa karya video dan portofolio yang sudah saya bikin. Bikin vlog awalnya juga gak ada kepikaran. Nah, sejak maraknya fenomena vlogger yang muncul di youtube, akhirnya saya jadi tertarik dan mulai fokus untuk mengisi vlog di channel yang saya bidangi.

Apa saja alat-alat pendukung pembuatan video yang Anda miliki?

Alat-alat? Hihi, karena pekerjaan saya di bidang ini. Tentu perlengkapan yang saya miliki sudah bisa dikatakan lengkap. Gak usah disebutin satu-satu deh. Bakalan panjang.

Biasanya untuk pembuatan satu video butuh waktu berapa lama?

Kalau dari mikirin konten, syuting, hingga editing. Paling cepat itu cuma memakan waktu 5 jam. Yang paling lama 2 hari.

Bisa diceritakan strategi Anda dalam mendatangkan viewer dan subscriber?

Untuk meraup viewer dan subscriber sebenarnya gak ada strategi khusus. Karena sampai saat ini saya belum ketemu cara yang benar-benar jitu. Kadang ada video saya yang digarap dengan kurang serius, justru malah menyedot banyak viewer. Dan begitu juga sebaliknya, ada video yang dikerjakan dengan serius, pakai script, dan persiapan, view-nya malah sedikit.

Baca juga :  Avanza, Tunggangan Mengeksplorasi Pelosok Negeri

Sampai sekarang pun saya masih terus mencoba untuk mencari trik agar view bisa selalu tinggi.

Kalau untuk menambah subscribe, kuncinya adalah konsistensi. Saya membuat channel sudah sejak 2013. Tapi tidak konsisten. Alhasil subscriber saya hanya sekitar 50an. Kemudian saya konsisten mengisi channel saya, sejak juni 2016. Setiap minggu terus saya isi video baru. Dari rentang Juni 2016 sampai sekarang, subscriber saya bertambah drastis. Dari yang hanya 50an orang, sekarang sudah ribuan subscriber. Jadi intinya, konsisten saja. Kalau bisa dibuat jadwal. Misal 2 kali seminggu atau 1 kali seminggu. Tapi konsisten.

Apa sajian vlog Anda yang menjadi daya tarik bagi viwers ?

Karena saya sehari-hari bekerja sebagai fotografer dan videogapher, jadi kebanyakan vlog saya hanya tentang kegiatan saya di lapangan. Karena gak semua orang bisa merasakan jadi seorang fotografer. Jadi materi saya di vlog itu seputaran behind the scene ketika membuat foto atau video. Saya ingin menunjukan kepada orang lain bahwa bekerja di bidang ini nggak gampang. Itu saja.

Terus harapan Anda untuk ke depannya?

Harapannya tentu saja subscriber terus bertambah. Kemudian lebih banyak lagi orang yang menyukai konten vlog saya.

Siapa youteber atau vlogger yang mempengaruhi Anda?

Erix Soekamti. Ada banyak pelajaran dan inspirasi yang selalu dibagikan setiap harinya. Bahkan, gaya pembuatan vlog saya sangat terinfluence oleh beliau.

Menurut Anda bagaimana perkembangan youtubers di Sumatra Barat ini?

Saya tidak terlalu mengikuti perkembangan youtubers Sumbar. Namun, yang saya tahu mereka sekarang sudah punya komunitas yang diberi nama Youtubers Minang. Meski saya tidak tergabung di dalamnya, tapi saya sangat mengapresiasi upaya yang teman-teman Youtubers Minang lakukan untuk memajukan nama Minang di dunia peryoutub-an.

Bagaimana dengan fans dan haters Anda?

Haha. Saya bukan publik figur. Saya hanya videografer yang kebetulan suka nongkrong di youtube. Jadi jangankan haters, fans saja tidak punya. Hehe

Pandangan Anda terkait vlog putra Jokowi yang sempat heboh beberapa waktu lalu?

Hihi, saya rasa Kaesang hanya menggunakan haknya sebagai warga negara. Yakni hak kebebasan menyampaikan pendapat. Di youtube, kita tidak diberi batasan untuk berbicara apa saja, dan tentang apa saja. Karena kebebasan yang ditawarkannya itu makanya youtube bisa berkembang dan banyak diminati hingga sekarang.(HS/DPT)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top