Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Dorong Pemkab Solsel Lindungi Tenaga Kerja Non ASN

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok Selatan
HaloSumbar.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Solok, mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Pemkab Solsel) untuk mendaftarkan seluruh Tenaga Kontrak Daerah (TKD) atau Non ASN menjadi pekerja yang dilindungi jaminan sosial.
Dari sekitar 1.500 orang jumlah TKD yang mengabdi, tercatat baru 406 orang yang memperoleh perlindungan.

“Sejauh ini, sudah terdapat empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Pemkab Solsel yang sudah mengikutsertakan TKD nya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dari empat OPD itu, tercatat sebanyak 406 orang TKD yang diberi perlindungan kerja dan jaminan sosial,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok yang membawahi wilayah Solsel, Iskandar.

Empat OPD yang peduli dengan kesejahteraan TKD nya itu yakni Sekretariat Daerah Bagian Umum, RSUD, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Tata Ruang, Pemukiman, dan Lingkungan Hidup.

“Keikutsertaan para TKD dalam BPJS ketenagakerjaan adalah amanat konstitusi dan merupakan program pemerintah pusat. Artinya bukan asuransi swasta. Namun tertuang dalam UU 24/2011 serta UU 40/2004, sebagai bukti bahwa negara hadir untuk kesejahteraan rakyatnya,” katanya.

Kemudian lanjutnya, keuntungan dengan mendaftarkan pekerja pada BPJS ketenagakerjaan adalah mengalihkan tanggung jawab instansi itu sendiri. Artinya, jaminan sosial pekerja dari tiap instansi langsung berpindah kepada BPJS Ketenagakerjaan pasca dijadikan peserta dan membayarkan preminya.

“Kesejahteraan pekerja langsung terjamin saat instansi mendaftarkan tenaga kerjanya dan membayar premi sebesar Rp 11,5 ribu. Tidak ada batas waktu, saat itu juga jaminan sosialnya menjadi tanggung jawab kami, BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Iskandar didampingi Zainudin, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Solsel.

Sementara itu, Pemkab Solsel sendiri menegaskan akan mengupayakan agar seluruh TKD daerah itu terdaftar sebagai BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga :  Kawasan SRG Diusung Menuju Warisan Dunia

“TKD di Solsel sekitar 1.500 orang, dan kami akan berupaya agar mereka mendapat jaminan sosial. Kalau belum bisa semua, diprioritaskan dulu tenaga yang memiliki risiko kerja paling tinggi,” kata Bupati Solsel Muzni Zakaria didampingi Sekkab Solsel, Yulian Efi saat menggelar sosialisasi dan rapat koordinasi tentang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pegawai non ASN, kemarin (23/7).

Terlebih lagi, Pemkab Solsel sudah ada pengalaman dimana ada anggota Pol PP dan Bagian Umum yang belum terdaftar jaminan sosial tenaga kerja dan meninggal saat bertugas. Saat itu keluarga yang ditinggalkan tidak menerima santunan dan pemerintahpun tidak bisa hadir karena tidak ada anggaran untuk itu.

“Oleh sebab itu, jaminan sosial ini sangat penting dan akan diupayakan semua TKD mendapatkannya. Sehingga saat terjadi kecelakaan kerja, keluarga atau ahli warisnya mendapat santunan,” ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solok, Iskandar saat menyerahkan sertifikat kepersertaan 406 TKD kepada Bupati Solsel, Muzni Zakaria, kemarin (23/7).

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Epli Rahmat mengatakan, Solsel sudah memiliki Surat Edaran Nomor 560/1536/DSTKT/XII-2016 dan instruksi Bupati agar mendaftarkan TKD ke BPJS ketenagakerjaan. Bahkan, ia sendiri sudah tiga kali mengajukan anggaran untuk itu namun belum diakomodir dalam APBD sejauh ini.

“Jika dihitung, untuk seluruh TKD paling hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 200-250 juta setahun untuk membayar preminya. Saran kami, bila saat ini belum ada anggarannya, maka masing-masing OPD bisa secara mandiri untuk sementara mendaftarkan para pekerja kontraknya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, BPJS Ketenagakerjaan sendiri memiliki 4 program, yakni Jaminan kecelakaan Kerja, kematian, hari tua, dan jaminan pensiun. Sebelum sosialisasi, juga dilakukan penyerahan sertifikat kepersertaan BPJS pada empat OPD di lingkup Pemkab Solsel.

Baca juga :  Kejuaraan Grasstrack dan Motocross R3, Pebalap Jadi Pelopor Keselamatan Berlalulintas

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan jaminan kematian kepada ahli waris Alm. Peragustian sebesar Rp 56.585.260 dan Alm. Intan Irfani sebesar Rp 43.584.990 yang merupakan karyawan PT. KSI, serta Alm. M.Jamil sebesar 43.596.670 selaku karyawan PT. BPJS II.

Penyerahan santunan diserahkan langsung oleh Bupati Solsel, Muzni Zakaria usai apel gabungan di halaman Kantor bupati setempat. (HS/BI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top