in

Demi Ketersediaan Air Bersih, Berak Sembarangan di Padangpariaman Bakal Disikat

 

HaloSumbar.com – Demi ketersediaan air bersih, berak sembarangan di Padangpariaman bakal disikat. Bupati setempat, Ali Mukhni meminta masyarakat memahami dampak Buang Air Besar Sembarang (BABS) sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi sanitasi di daerahnya.

Padangpariaman menjadi salah satu wilayah yang komit terhadap persoalan akses sanitasi dan air bersih. Padangpariaman bertekad mencapai akses universal tahun 2019, dimana tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa mengakses air bersih. Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, ketika berdialog dengan Ketua Assosiasi Kota Kabupaten Peduli Sanitasi (Akkopsi) di Pasar Usang, Senin (21/8).

Ali Mukhni menyatakan mengatasi masalah BABS memang telah menjadi prioritas. Dikatakannya, kebiasaan BABS menjadi pemicu timbulnya penyakit, seperti penyebab kurang gizi. Banyaknya prilaku BABS tentu bertolak belakang dengan Padangpariaman Sehat yang telah lama jadi slogan Kabupaten Padangpariaman yang bahkan menjadi percontohan di tingkat nasional.

“Dalam mengatasi persoalan BABS tentu kami menemui sejumlah kendala seperti kebiasaan masyarakat yang buang air besar ke sungai dan ke kolam. Termasuk juga masalah belum tersedianya akses di masyarakat dan juga di sekolah-sekolah. Untuk itu dibutuhkan setiap pihak untuk berkontribusi menyelesaikannya,” terangnya.

Selain itu, menurutnya ke depan akan dibuatkan regulasi sehingga akhir tahun 2017 akan ada sejumlah korong yang mampu mendeklarasikan diri sebagai korong yang bebas BABS.

“Kita akan berupaya 2019 Padangpariaman Stop BABS,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Akkopsi, Joserizal, menyebutkan Padangpariaman telah banyak melakukan pembangunan fisik dalam hal sanitasi. Menurutnya sanitasi dapat menjadi tolok ukur jati diri daerah, jika sanitasi buruk maka jati diri daerah ikut buruk.

Kemudian Jose menegaskan Sanitasi adalah persoalan kesehatan yang mesti jadi perhatian, jika ada satu orang saja yang buang air besar sembarangan sebenarnya telah membayar 25 juta/tahun untuk dampaknya. Indonesia saat ini telah mengalami kerugian akibat sanitasi sekitar 29 triliun/tahun.

“Dalam persoalan sanitasi perlu diperhatikan strategi, komitmen, kerjasama dan koordinasi, memanfaatkan peluang-peluang yang bisa diambil oleh daerah baik dari donor maupun program pemerintah, memiliki target, dan memperhatikan aspek teknis,” ujar mantan Walikota Payakumbuh yang telah sejak dulu malang melintang dalam urusan sanitasi tersebut.

Saat ini Padangpariaman memiliki rapor yang belum menggembirakan soal sanitasi dalam data yang ada belum ada Nagari yang ODF, Padangpariaman masih memiliki Akses Sanitasi Layak 59,61%, Open Defecation/BABS (OD) sebesar 40,39%. 20.690 KK yang BABS.

Menurut Zainal Abadi dari LP2M yang turut hadir pada dialog tersebut, mengatakan Padangpariaman dan kabupaten lainnya sulit untuk mencapai ODF nagari dikarenakan luasnya wilayah nagari. Seperti diketahui nagari sekarang terdiri dari beberapa korong ataupun jorong.

“Nagari dikatakan ODF jika jorong dalam nagari tersebut sudah ODF,” ujarnya.

Untuk menjadikan Nagari ODF menurutnya pertama, masyarakat harus memiliki keingan yabg kuat untuk tidak Buang Air Besar Sembarangan. Kedua, pemerintah juga harus merumuskan Regulasi terkait Percepatan Stop BABS. Ketiga, perlu pengarusutamaan stop BABS dimana semua pihak bergerak. Selain itu Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan perlu aktif untuk melakukan advokasi, koordinasi, monitoring,  dan evaluasi.

“stop BABS tidak bisa hanya dianggap program,  tapi harus menjadi pengarusutamaan sehingga semua pihak bergerak.”

Turut hadir pada dialog tersebut Sekretaris Daerah, Hanibal, dan juga Kepala Dinas Kesehatan, Perwakilan Bappeda, Dinas PU, Dinas Perijinan Terpadu dan ESDM.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Dua Mahasiswa Minang Belum “Merdeka” di Mesir, Bendahara Fraksi PDI-Perjuangan DPR-RI Kontak Menlu Retno

Wujudkan Ketahanan Keluarga, TP-PKK Solsel Gelar Sosialisasi 10 Program..