Features

Avanza, Tunggangan Mengeksplorasi Pelosok Negeri

HaloSumbar.com – Avanza tunggangan mengeksplorasi pelosok negeri. Malang melintang sebagai jurnalis televisi di daerah yang indah seperti Sumatera Barat, dibutuhkan kecekatan dan ketepatan waktu dan informasi. Sehingga sebuah berita bisa diterima masyarakat dengan baik. Nilai informasi yang terkandung haruslah mempunyai feedback yang bagus bagi masyarakat luas.

Lantas bagaimana peran Mobil Toyota Avanza dalam mengeksplorasi pelosok negeri? Seorang jurnalis, juga dituntut untuk tahu dan mengerti tentang segala hal. Prinsipnya adalah sedikit tahu tentang banyak hal. Tidak terkecuali masalah otomotif. Hal itu menjadi penunjang aktivitas dengan tingkat mobilisasi yang cukup tinggi.

Jurnalis televisi dengan luasnya wilayah kerja sebagai seorang penanggungjawab liputan di daerah (koresponden, red) terutama di daerah dengan berbagai macam karakter, fungsi kendaraan sangatlah vital.

Karena itu, kendaraan yang efisien, ekonomis, dan argonomis adalah suatu keharusan dalam memaksimalkan mobilisasi seorang jurnalis dalam peliputan berita bernilai tinggi. Salah satu contoh, mengeksplorasi sebuah temuan seorang mahasiswa jurusan Biologi di Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat beberapa waktu silam.

Medan yang cukup ekstrim dengan tanjakan nyaris 60 derajat di pedalaman, tidak terlalu sulit ditempuh dengan sebuah low MPV bernama Toyota Avanza.

Meskipun tidak banyak kendaraan sukses menembus perkampungan tersebut, namun kendaraan perolehan tahun 2014 silam ini, bisa parkir di ujung jalan sebuah pedusunan dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Mengakses daerah terdampak bencana banjir bandang di kabupaten Pasaman, pada 2015 silam juga demikian. Berawal dari informasi yang didapat dari masyarakat, saya pun bergerak dari ibu kota menuju lokasi yang berjarak sekitar 5 jam perjalanan darat di tengah malam.

Baca juga :  Produser Filosofi Kopi 2, Dipuji Aktivis Pertanian

Hujan sedemikian deras, membuat pandangan yang cukup terbatas. Namun dengan kondisi fisik dan kendaraan yang prima, dengan nyaris sempurna saya berhasil menerobos. Perkampungan yang terdampak untuk pertama kalinya ditembus dengan kendaraan berpenggerak roda belakang, walau kata masyarakat, itu tidak mungkin.

Alhasil, situasi yang terjadi seluruh aliran listrik di kawasan itu mati total akibat bencana. Beruntung sebuah power inverter yang saya miliki, berhasil menjadi satu satunya sumber arus listrik di kampung terdampak bencana itu untuk sementara waktu.

Avanza

Avanza, tunggangan mengeksplorasi pelosok negeri. (Donal Chaniago)

Mulai dari pukul lima subuh hingga pukul 20.00 malam harinya, mesin mobil nyala nonstop. Tak terhitung berapa orang yang “menumpang” mengisi ulang daya baterai handphone-nya di tempat Avanza saya terparkir.

Baru baru ini, peristiwa banjir dan longsor tepatnya sekitar bulan Maret 2017 lalu, terjadi di Nagari Pangkalan, Kabupaten 50 kota. Awalnya, informasi “hanya” banjir yang merendam ribuan rumah warga di kecamatan tersebut.

Namun terkejut, ketika di perjalanan kami mendapat kabar terbaru bahwa ada longsor menimbun badan jalan hingga menyeret setidaknya 8 mobil ke dasar jurang dengan kedalaman lebih dari 200 meter.

Satu per satu korban yang meninggal dunia, berhasil di evakuasi tim SAR. Bahkan hingga hari ke-8, jumlah korban ke 6 berhasil dievakuasi dari dalam bangkai kendaraan nahas mereka di dasar jurang.

Tidak terhitung pula berapa kali setiap harinya “Avy” itu hilir mudik dari tempat kejadian peristiwa. Setelah mengambil bahan berita secukupnya, Avy harus ditunggangi menuju Kota Payakumbuh yang jaraknya sekitar 1 jam perjalanan, demi mengabarkan kepada masyarakat luas.

Baca juga :  Kuda Bukittinggi Rajai Indonesia Derby 2017

Untungnya, sebagai jurnalis dengan kendaraan ekonomis ini, selama lebih dari 10 hari di lokasi bencana, biaya operasional terutama bahan bakar tidak terlalu membengkak. Konsumsi bahan bakar yang tergolong irit serta kendaraan yang terkesan handal di segala medan, sudah terbukti selama ini.

Pasca waktu yang super sibuk demi sebagai penyampai informasi ke masyarakat, low MPV ini pun juga recomended dibawa untuk bersantai ria bersama keluarga tecinta. Kapasitas penyimpanan barang yang cukup luas mampu menampung barang “outdoor” lumayan banyak. Meski lokasi piknik tidak terlalu jauh dari pusat kota, namun jalanan berliku dengan tanjakan yang lumayan dengan sempurna dilahap oleh “Avy” bercorak perak itu.

Ketika ada keluarga sakit, hingga mengantar istri bolak balik ke dokter dan rumah sakit, ia sukses mengakomodir pertransportasian sehari-hari.

Hampir empat tahun bersama si “Avy”, tidak pernah dia “mengerjai” di perjalanan, maupun dimana pun. Selalu setia mengantarkan ke tempat tujuan.

Meski acap kali dijuluki si mobil rental, namun tetap bangga hilir mudik dengan “Avy” ini. Walau tak jarang juga ada yang menyetop saya di perjalanan karena dikira “travel”. Lalu lalang setiap minggu bahkan di saat yang tak terduga, ia selalu siap mengantar kemanapun.

Memasuki kawasan setengah offroad di daerah Pasaman Barat, demi bersilaturahmi sekaligus melaksanakan tugas jurnalistik di pelosok, dirasakan tidak jadi soal.

Terkadang terheran juga, bagaimana bisa seekor Avanza bisa masuk ke medan yang bagi warga lokal tidak bisa ditempuh. Jawabnya, tergantung situasi dan keahlian si pengemudi bersama kendaraan. Karena antara pengemudi dan kendaraan, ada semacam rasa dan jiwa bersatu dalam situasi maupun kondisi.

Semakin banyak atau semakin tinggi jam terbang antara pemilik dan kendaraannya, maka semakin satu kesatuan utuh lah mereka.

Avanza yang dijuluki mobil sejuta umat, sangatlah mudah dan murah perawatannya. Satu contoh, ketika kampas rem sudah menunjukkan gejala mulai menipis, tindakan cepat harus dilakukan agar kendaraan ini terjaga prima.

Tidak harus datang berkunjung ke bengkel resmi. Cukup dengan membeli suku cadang original yang sangat mudah didapat di toko spare part dimanapun kita berada. Lalu mempelajarinya di berbagai artikel yang sudah tersedia di dunia maya, dan “lets do it”. Beres.

Baca juga :  Kisah Gaek Kiri, 50 Tahun Menggali Sirtukil, Sukses Antarkan Anak jadi Dosen

Selain memobilisasi tugas jurnalistik, mobil keluaran Astra ini bisa juga digunakan untuk sedikit berniaga. Menjual si “raja buah” durian ketika sedang musim, juga bisa. Cukup memasukkan durian tersebut ke bagasi yang memungkinkan memuat durian hingga 300 butir. Maka, sudah jelas provitnya jika ludes terjual. Dengan begitu, ekonomi keluarga bisa sedikit terbantu. (HS/Donal Chaniago)

HaloSumbar.com merupakan media online asal Sumatra Barat yang menyuguhkan informasi update dan berimbang dengan tagline Lugas Menginspirasi. Dipublikasikan oleh PT. Halo Kreatif Mandiri

Copyright © 2018 PT. Halo Kreatif Mandiri.

To Top