by

Arpusda Agam Ajak Generasi Milenial Kembali Mencintai Buku

HaloSumbar.com – Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Agam, Nazwar, mengatakan pesatnya perkembangan teknologi informasi lambat laun telah menggeser perhatian kaum milenial terhadap buku. Perpustakaan seakan bersaing dengan jejaring internet dalam merebut perhatian tersebut, sehingga pihaknya makin gencar mengajak kaum milenial kembali mencintai buku.

Nazwar menilai kemudahan generasi milenial mendapatkan informasi dari jejaring internet, membuat minat menjadikan buku sebagai sumber utama informasi semakin berkurang.

“Tentu kalau hal ini terus-terusan terjadi, maka lama-kelamaan tidak ada lagi masyarakat yang membaca buku secara fisik, untuk itu kami terus jalankan pustaka keliling hingga ke pelosok nagari” ucapnya ketika ditemui HaloSumbar.com, Jumat (20/7).

Maka dari itu, lanjutnya, pengembangan serta inovasi perpustakaan harus betul-betul terus digiatkan. Dikatakannya perkembangan perpustakaan saat ini bukan sekadar pelengkap struktural di sebuah instansi, tetapi sudah menjadi suatu kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menyediakan bahan bacaan sebagai sumber pengetahuan utama.

“Perpustakaan dalam hal ini buku, harus menjadi informasi utama. Buku merupakan sarana hiburan yang bersifat literatur,” terang mantan Camat Palembayan tersebut.

Dia menyadari, pada era serba digital ini, informasi dapat diperoleh tidak saja melalui buku, namun juga internet. Meski demikian, pihaknya masih mempunyai peran strategis untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Agam.

“Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdampak pada makin banyaknya pilihan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Bahkan banyak media berlomba menyajikan informasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya lagi.

Walaupun informasi dari internet lebih cepat, sambungnya kemudian, perpusatakaan dianggap punya keunggulan dalam memberi informasi yang lebih tepat. Hal inilah yang harusnya disadari masyarakat.

“Sumber informasi yang beragam harusnya mendorong masyarakat untuk lebih selektif. Dan Perpustakaan, khususnya buku merupakan salah satu alternatif pilihan sumber informasi bagi masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya menekankan, bahwa sesuai dengan misi pemerintah Kabupaten Agam, literasi dituntut mampu menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan yang memiliki dampak sosial dan ekonomi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

“Jadi boleh dikatakan bahwa perpustakaan bukan sekadar dianggap tempat simpan pinjam buku, tapi juga berperan sebagai agen perubahan bagi masyarakat,” ujarnya mengingatkan.

Untuk itu, sambungnya, sinergi lintas sektor SOPD dan pihak-pihak lain seperti pemerintah tingkat nagari, komunitas dan masyarakat sipil sangat diperlukan sekali.

“Hal tersebut dibutuhkan untuk mengembangkan perpustakaan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (HS/Depit).

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed