by

Kantongi Izin Ledak, Polisi Jawab Bunyi Dentuman Aktifitas Tambang CV Faras Pratama 

HaloSumbar.com – Kepolisian Resort (Polres) Solok Selatan (Solsel) menjawab keresahan yang dialami oleh sebagian masyarakat di Nagari Pakan Rabaa Timur Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), terhadap aktifitas tambang yang dilakukan oleh CV Faras Pratama di wilayah tersebut.

Warga menyorot aktifitas tambang yang dilakukan oleh perusahaan galena atau timah hitam itu dan dinilai telah meresahkan lantaran adanya bunyi dentuman yang terdengar di lokasi tambang.

Selain mendengar bunyi ledakan, sebagian warga juga menanyakan keberadaan tujuh Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di perusahaan itu. Karena warga menduga bahwa TKA itu merupakan juru ledaknya.

Kapolres Solsel AKBP M. Nurdin melalui Kasat Intelkam AKP Zamzami menjelaskan bahwa ledakan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) CV Faras Pratama telah mengantongi izin.

“Tak ada yang perlu diresahkan, artinya sepanjang telah mengantongi izin maka kajian terhadap dampaknya pun sudah diperhitungkan. Kita telah melakukan pengecekan kelayakakan lokasi dan semua sesuai aturan termasuk izin ledak sendiri,” kata Kasat didampingi KBO Intel, IPDA Kukuh Wibowo.

Kelayakan lokasi yang dimaksud menurut Zamzami, jarak antara pemukiman warga dengan lokasi ledak. Secara aturan minimal berjarak 2 km dan itu telah terpenuhi.

Kemudian mengenai izinnya sendiri lanjut Kasat, perusahaan tersebut telah mengantongi Kartu Izin Meledak (KIM) yang dipegang oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) sekaligus juru ledaknya.

“KTT bernama Mamadong asal Makasar, Sulawesi Salatan dan juru ledaknya Sugianto asal Bengkulu. Keduanya telah memilik KIM yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) artinya boleh meledakkan,” tuturnya.

Lalu untuk keberadaan TKA sambung Kasat, bukanlah sebagai juru ledak melainkan sebagai pekerja biasa, tenaga teknis termasuk peneliti.

“Mereka (TKA, red) memiliki visa TA.01 atau visa untuk bekerja. Sedang untuk perusahaan sendiri diketahui juga memiliki kelengkapan berkas, baik izin tambang, Amdal bahkan CNC. Hasil pengawasan kita mereka punya itu semua, namun bila ada yang meragukan izin tersebut maka itu persoalan dari pejabat yang berwenang mengeluarkannya,” pungkasnya.

Meskipun begitu, pihaknya juga akan tetap mengawal ke depannya tentang operasional tambang tersebut.

“Kita telah menempatkan dua personil untuk mengontrol di lokasi tambang,” tutup Kasat.(HS/IS)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed