by

Aksi Heroik, Demi Selamatkan Nyawa Sang Anak Seorang Ayah Tewas Tergulung Ombak Pantai Tiku

HaloSumbar.com – Demi menyelamatkan nyawa buah kasihnya, seorang ayah di Tanjung Mutiara rela tergulung ombak Pantai Tiku. Kejadian tragis tersebut terjadi pada Kamis (5/7) sore.

Peristiwa haru itu dialami keluarga Ardinas (45) salah seorang karyawan PT Mutiara Agam. Sore itu (Kamis,red) Ardinas beserta keluarga tengah menikmati keindahan Pantai Tiku. Awalnya, Ardinas dan istri tidak memiliki firasat buruk mengenai kejadian tragis sore itu.

Ombak besar yang datang tiba-tiba ternyata harus merenggut nyawa Ardinas. Kejadian tersebut berlangsung secara mendadak. Sang anak yang belakangan diketahui bernama Akmal, pada saat itu tengah asik mandi-mandi di tepi pantai, tanpa sadar ia berangsur ke tengah.

“Anaknya itu mulai mandi agak ke menjauh dari tepi pantai. Lalu, tiba-tiba ombak besar datang menyeret badannya ke tengah laut. Melihat putranya itu terseret ombak, korban langsung berlari mengejar dan mengangkat badan anaknya ke atas. Sayangnya malah korban yang tenggelam,” ujar Kasi Trantib Tanjungmutiara, Weri Ikhwan ketika menjelaskan kronologis kejadian.

Setelah mendapat pertolongan dari sang ayah, Akmal dapat diselamatkan. Sementara si ayah kehabisan tenaga dan terseret ombak hingga ditemukan terapung lemas oleh nelayan sekitar.

“Ayah dan anak itu sempat dilarikan ke Puskesmas Tanjungmutiara. Namun si ayah menghembuskan nafas terakhirnya. Akmal yang telah sadarkan diri kemudian dirujuk ke RSUD Lubukbasung untuk tindakan medis lanjutan,” terang Weri.

Mengetahui kondisi si ayah tidak tertolong, putri korban yang bungsu ikut histeris dan jatuh pingsan.

“Keluarga ini ke pantai berempat orang. Suami dan istrinya serta dua orang anak. Akmal yang sulung main ombak bersama adiknya, Siti Syahra yang bungsu. Akmal agak jauh ke tengah,” katanya lagi.

Keluarga korban, tambah Weri, sempat diingatkan terkait kondisi cuaca yang berubah oleh nelayan sekitar. Mereka diperingati agar tidak mandi di laut.

“Sekarang ini musim angin selatan yang bertiup. Ombak laut sangat tidak stabil. Bahkan nelayan juga kesulitan mendapatkan ikan. Sudah ada yang memberikan peringatan untuk berhati-hati, namun ini semua tentu atas kehendak yang maha kuasa,” pungkas Weri.

Kepala BPBD Agam, Lutfie membenarkan hal tersebut. Menurutnya, masyarakat Pantai Tiku yang melihat korban terapung apung di laut langsung mengejar ke tengah laut dengan menggunakan sampan milik saksi Akirman.

“Pemilik sampan bersama  dengan saksi Tion dan Pendi berusaha menyelamatkan Kedua korban dan menaikkannya ke atas sampan. Para saksi telah memberikan pertolongan pertama terhadap korban, setelah itu saksi membawa kedua korban ke Puskesmas Tanjung Mutiara guna mendapatkan pertolongan lanjutan,” ujarnya.

Musibah tersebut membuat segenap pimpinan dan jajaran karyawan PT Mutiara Agam turut berduka. Perusahaan swasta tersebut merasa sangat kehilangan sosok sahabat sekaligus rekan kerja yang sangat loyal.

“Atas peristiwa yang tidak disangka ini kami mendoakan semoga amal kebaikannya dibalas Allah di akhirat. Kami juga berharap keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan,” ucap Direktur Operasional PT Mutiara Agam, Iskandar didampingi Humas PT Mutiara Agam, Gema Saputra.  (HS/Loni Henri)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed