by

3 Fakta Yang Mungkin Belum Kamu Tahu tentang Kota Bukittinggi

HaloSumbar.com – Sudah tidak asing dengan ikon Jam Gadang yang ada di Kota Bukittinggi? Atau sudah sering mendengar tentang julukan Kota Wisata dan pusat perdagangannya?

Mungkin kita juga sudah akrab dengan julukan Tri Arga yang melekat pada Kota Bukittinggi ini. Ya, julukan itu didapat lantaran keberadaan kota yang dikelilingi oleh tiga gunung: Gunung Merapi, Gunung Singgalang dan Gunung Sago.

Kota Bukittinggi berjarak sekitar 91 kilometer dari Kota Padang, Ibukota Provinsi Sumatera Barat. Dapat ditempuh lebih kurang dua jam melalui jalur darat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Selain fakta-fakta tersebut, ada beberapa keunikan dari Kota Bukittinggi yang mungkin masih jarang kita sadari. Berikut tim redaksi HaloSumbar.com sajikan faktanya untuk anda.

  • Setengah Populasi Warga Kota Bukittinggi Hidup di Rumah Kontrakan

Hampir setengah dari total penduduk Kota Bukittinggi memilih tinggal di rumah kontrakan. Persisnya sebesar 44,61 persen rumah tangga harus menetap dengan cara menyewa atau mengontrak. Sementara yang tinggal di rumah dengan status kepemilikan sendiri hanya berjumlah 41,31 persen. Sisanya tinggal di rumah dinas dan rumah bebas sewa.

Hal ini dipicu lantaran Kota Bukittinggi yang cukup dikenal sebagai kota pendidikan menjadi tempat pilihan bagi warga luar kota khususnya anak usia sekolah untuk menetap di rumah kontrakan. Tidak sedikit peserta didik di Kota Bukittinggi berasal dari daerah pinggiran seperti Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam yang memilih bersekolah di Bukittinggi dibanding daerah asal mereka sendiri.

Kantor Wali Kota Bukittinggi
Balai Kota Bukittinggi (Foto Drone by Fadhly Reza)

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 menunjukkan penduduk yang berusia 5-24 tahun, hanya berjumlah 47.631 orang. Sedangkan jumlah peserta didik dari jenjang taman kanak-kanak hingga bangku perguruan tinggi mencapai 49.190 orang. Artinya ada selisih sekitar 2.000 orang antara usia sekolah dengan peserta didik yang terdaftar di Kota Bukittinggi.

Selain faktor pendidikan, julukan kota perdagangan dan jasa untuk Kota Bukittinggi, juga menjadi penyumbang besarnya persentase warga memilih rumah sewa dan kontrakan sebagai tempat tinggal.

  • Kota Bukittinggi Memiliki Penduduk Terpadat di Sumbar

Dari data BPS, kepadatan penduduk berbanding luas wilayah Kota Bukittinggi mencapai 4.858 orang setiap kilometer persegi. Luas Kota Bukittinggi yang hanya 0,06 persen dari luas provinsi Sumatera Barat memiliki jumlah penduduk berjumlah 122.621 jiwa. Dari jumlah tersebut, 97,45 persen diantaranya beragama Islam.

Kecamatan Guguk Panjang menjadi yang terpadat dengan 6.596 jiwa per kilometer persegi. Sedangkan Kelurahan Sapiran menjadi yang terpadat dengan jumlah penduduk 13.015 jiwa per kilometer persegi.

Bandingkan saja dengan Kota Padang Panjang dengan jumlah penduduk 50.883 jiwa, tercatat tingkat kepadatan penduduknya hanya 2.212 jiwa per kilometer persegi. Artinya, jumlah penduduk di Kota Bukittinggi lebih dua kali lipat Kota Padang Panjang.

Kota Bukittinggi
Pasar Lereng Bukittinggi (Foto Drone by Fadhly Reza)

Dengan Penduduk terpadat dan wilayah yang sempit, luas area sawah di Kota Bukittinggi juga terus menyusut. Tahun 2015, luas sawah yang tersisa di Kota Bukittinggi hanya berkisar 388 hektare, berkurang dari 400 hektare tahun 2011.

Bandingkan dengan Kota Payakumbuh yang masih memiliki area sawah seluas 2.751 hektare. Sementara di Kota Solok masih terdapat 2.048 hektare sawah, di Kota Padang Panjang terdapat 630 hektare, Kota Sawahlunto masih memiliki 1.6­80 hek­tare, sementara Kota Pariaman masih memiliki 2.818 hektare area sawah.

  • Jumlah Mobil di Bukittinggi Lebih Banyak Dibandingkan Sepeda Motor

Jumlah sepeda motor yang terdata di Kota Bukittinggi hanya sebanyak 23.561 unit. Sedangkan jumlah kendaraan roda empat ke atas mencapai 11.340 unit. Masih kurang banyak?

Terminal Aur Kuning Bukittinggi
Terminal Aur Kuning (Instagram Foto by Erison J Kambari)

Tentu saja jumlah tersebut belum dihitung dengan volume kendaraan yang keluar masuk Terminal Aur Kuning. Setiap tahun, angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang lalu-lalang di terminal kebanggan rang Bukittinggi ini mencapai 65.160 unit. Sedangkan angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mencapai 17.883 unit dalam setahun. (HS/Oneal)

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed