by

Ikuti Workshop Perdana Lubas Grafis, SLBN 1 Lubuk Basung tak Ingin Ketinggalan

Halosumbar.com – Tak ingin ketinggalan, pulahan pelajar Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Lubuk Basung bersuka cita mengikuti workshop desain grafis yang diadakan oleh Komunitas Lubas Grafis, pada Sabtu (24/8) sekira Pukul 09.00 WIB. Sejumlah karya grafis yang dibuat secara manual berhasil dihimpun dari sekolah berkebutuhan khusus tersebut.

Pantauan Tim Halosumbar.com di SLBN 1 Lubuk Basung, tampak puluhan siswa berkebutuhan khusus tengah asik menulis nama sendiri di selembar kertas kosong. Kemudian nama tersebut diberi sejumlah warna. Di samping siswa tampak pula sejumlah orang tua tengah membimbing anak-anaknya. Sementara itu, di depan ada seorang tutor tengah meberikan instruksi.

“Adik-adik kakak yang pintar, sekarang coba keluarkan pensil warnanya, dan pilih satu warna yang adik-adik sukai, kemudian bubuhkan di awal nama yang sudah adik-adik buat,” ujar tutor yang diketahui bernama Sandi Irawan.

Itulah gambaran sekilas dari workshop desain grafis yang diadakan oleh Komunitas Lubas Grafis. Workshop tersebut bertujuan untuk menjaring minat dan bakat seni grafis di kalangan siswa berkebutuhan khusus.

Dikatakan Sandi, panitia iven Lomba dan Parade Lubas Grafis sengaja terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk meberikan materi grafis. Untuk SLB sendiri, materinya disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

“Pada iven lomba dan parade Lubas Grafis kali ini, kami sengaja melibatkan sekolah luar biasa. Karena menurut kami, seni adalah hak setiap orang. Dalam seni tidak boleh ada tindakan diskriminatif,” terangnya.

Kami menilai, lanjutnya, karya-karya spektakuler bisa lahir di mana saja, termasuk di sekolah berkebutuhan khusus. Nantinya karya yang dihimpun dari SLB ini akan kita paradekan pada Mei mendatang.

“Selama workshop tadi berlangsung, secara pribadi saya merasakan sekali antusias siswa-siswa berkebutuhan khusus. Mereka dengan khidmat mengikuti instruksi yang diberikan. Bahkan ada yang berkeinginan karya mereka bisa dilihat oleh bapak bupati,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLBN 1 Lubuk Basung, Sarip, mengaku bangga anak-anaknya dilibatkan pada iven tersebut. Dikatakannya, potensi seni grafis di sekolah yang ia pimpin pada dasarnya juga tidak kalah dari sekolah lain.

“Bahkan anak-anak kami setiap dua tahun sekali diikutkan pada iven yang sama di tingkat nasional,” ujarnya.

Dia berharap pada iven selanjutnya seluruh sekolah berkebutuhan khusus yang ada di Kabupaten Agam, baik yang formal maupun swasta agar bisa dilibatkan.

“Untuk ke depannya, tujuh sekolah berkebutuhan khusus di tingkat Kabupaten Agam juga diberikan workshop semacam ini. Saya yakin sekali potensi-potensi yang tidak kita bayangkan sebelumnya akan lahir dari mereka-mereka yang berkebutuhan khusus,” pungkasnya. (HS/Depit)