by

Perundungan Tidak Bisa Ditolerir Di Sumbar, Pemprov Rangkul Harris J Kampanyekan Stop Bullying

HaloSumbar.Com – Perundungan atau bullying tidak bisa ditolerir dikalangan remaja dan pelajar.

Oleh karena itu, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumatera Barat merangkul Harris J pelantun tembang Sallamua’laikum mengkampanyekan dalam konser bertajuk “Stop Bullying” di Auditorium UNP, Selasa, ( 7/11/2017)

Bullying tidak bisa ditolerir. Setiap pihak yang menyaksikan dan mengalami dibully, harus melawan dan tidak boleh dibiarkan,” kata duta anti bully Internasional itu usai mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Senin siang (6/11).

Harris J ketika menggelar konferensi pers saat sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bersama tim manajemennya dan Ketua P2TP2A Sumbar, Nevi Irwan Prayitno yang tengah memberikan paparan pada Senin (6/11) di ruang VIP BIM.

Kedatangan penyanyi kelahiran London, 2 Mei 1997, yang juga hafal 10 juz Alquran itu, disambut hangat oleh ketua P2TP2A Sumbar, Nevi Irwan Prayitno.

Bully tidak baik bagi perkembangan anak. Menjadi mimpi buruk bagi perkembangan karakter anak. Padahal, pendidikan kita menginginkan anak yang berkarakter,” ucap Nevi Irwan Prayitno saat menyambut kedatangan Harris J kepada wartawan .

Nyonya Irwan Prayitno itu menambahkan, “Kita adakan seminar anti bullying dan anti narkoba pada siswa SD dan SMP di GOR Universitas Negeri Padang (UNP) bekerjasama dengan Yayasan Sejiwa. Selanjutnya konser Stop Bullying di Auditorium UNP, sekaligus deklarasi anti bully,” paparnya.

Nevi berharap, melalui sosialisasi dan konser stop bullying itu, lahir kesadaran masyarakat, dan kedepan tidak ada lagi kasus perundungan yang terjadi terhadap anak-anak, baik di rumah maupun sekolah.

“Mudah-mudahan kedatangan duta anti bully ini mampu menggerakkan hati masyarakat untuk melawan bully,” tutup Nevi.

Rina selaku  Manejemen DNA ungkapkan, Sumbar adalah provinsi pertama yang menggandeng Harris J untuk mengkampanyekan anti Bullying.

Menurutnya, Harris sangat tolerir. Buktinya, saat tinggal di rumahnya di London, Harris tinggal bertiga sekamar dengan 3 anak kurang mampu. Bahkan, anak tersebut tidak beragama Islam. (HS/Intan Sati)