by

Kongkow Hingga Larut Malam, Enam Remaja Digrebek Warga Di Payakumbuh

HaloSumbar.com – Kongkow hingga larut malam, enam remaja digrebek warga di Kota Payakumbuh, Rabu (11/10/2017) sekitar pukul 04.00 Wib dini hari.

Enam remaja usia sekolah yang diamankan warga dari sebuah rumah kos itu, satu di antaranya merupakan perempuan berusia belia.

Penggrebekan itu dilakukan pada sebuah rumah kos di lingkungan Bunian, Kelurahan Kapalo Koto di balai Payakumbuh Utara.

Adanya aksi penggrebekan itu, karena warga sekitar sebelumnya sempat melihat salah satu dari remaja laki-laki penghuni rumah kos tersebut masuk membawa seorang perempuan tanpa sepengetahuan pemilik rumah kos.

Curiga akan melakukan perbuatan tak senonoh atau melanggar Norma Agama, warga kemudian melaporkannya kepada petugas ronda malam itu.

Baru kemudian dilakukan penggrebekan oleh petugas ronda bersama pemuda termasuk warga setempat terhadap rumah kos tersebut.

“Di dapati ada lima remaja laki-laki dan satu remaja putri dalam kos itu yang kemudian digiring dan diamankan di eks kantor Bunian di Jl. Tan Malaka. Paginya sekitar pukul 07.30 Wib enam remaja ini diserahkan kepada kita oleh warga didampingi Bhabinkamtibmas untuk dibina,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Payakumbuh, Devitra.

Dari hasil interogasi penyidik Satpol PP sambung Devitra, diketahui remaja putri yang diamankan itu berinisial RF, 17 merupakan anak putus sekolah.

“RF ini bermaksud pergi bermain ke tempat temannya dan tinggal berpindah pindah ke rumah teman lainnya,” katanya.

Sebelum menyelinap masuk kos, malam itu RF dengan sejumlah temannya berkumpul di ngalau sampai larut malam dan pulang dini hari dibawa oleh teman laki-lakinya ke Bunian.

“Tapi menurut pengakuan mereka belum sempat melakukan hal yang tidak-tidak karena keburu digrebek warga. Namun, kepada penyidik semua mereka juga mengakui sudah sering mengkonsumsi obat-obat penenang jenis xsimer dan camsodin serta miras,” terang Kasat.

Saat ini, keseluruhannya telah menjalani pemeriksaan dan pembinaan di Mapol PP Kota Payakumbuh.

Sebelum mereka dikembalikan kepada pihak keluarga masing-masing juga telah diminta untuk membuat surat perjanjian tidak mengulang perbuatan serupa kembali.

“Kita juga melakukan pemanggilan kepada pihak sekolah, karena di antara remaja ini diketahui masih ada yang berstatus pelajar di salah satu SMK swasta di Payakumbuh,” sebutnya.(HS/TIM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *