by

Aktifitas Berkirim Pesan Via Daring, Anak Remaja Perlu Kontrol Ketat Orang Tua

Padang, HaloSumbar.Com,– Aktifitas remaja di media sosial atau via daring cukup mengkhawatirkan dewasa ini, dibanding pola komunikasi remaja dekade 90-an.

Komunikasi anak remaja di era 90-an, yakni hanya sebatas berkirim surat. melalui PT. Pos Indonesia.

Barangkali remaja sekarang tidak lagi merasakan bagaimana rasanya ‘disiksa’ rindu. Atau, tidak leluasanya berkomunikasi dengan seseorang yang disukai dan dicintai seperti zaman dahulu.

“Dulu waktu umurku belasan tahun sudah. Aku pernah ingin merasakan apa itu cinta. Tapi, ku tak tahu bagaimana tuk memulai kadang ada perasaan yang tak bisa kujelaskan,” demikian penggalan lirik lagu yang dibawakan Goliath Band (2010) berjudul Cinta Monyet seakan menggambarkan masa remajanya.

Tembang yang dibawakan Goliath Band itu, juga mengingatkan kembali masa lalu, sewaktu masih remaja. Dimana masih populer berkirim surat. Sebagai bentuk ungkapan rasa cinta pada lawan jenis.

“Luar biasa rasanya ketika menerima surat dari seorang cewek. Hati ini berbunga-bunga bagaikan rasa di surga,” ucap Ade, (35) mengungkapkan masa remajanya pada halosumbar.com, Kamis (28/9).

Bahkan, pengalaman tersebut ia duga tidak akan didapatkan oleh remaja saat ini. Karena, lajunya teknologi informasi telah merubah kebiasaan konvensional menjadi digital.

“Dahulu, melihat atap rumahnya saja, saya sudah deg-degan, apa lagi bertatap muka, baik saat bertemu di sekolah, maupun di pasar,” tambah Ade meyakinkan halosumbar.com tentang indahnya “cinta monyet” dahulu kala.

Dewasa ini, banjirnya aplikasi surel, chatting, dan berkirim pesan via daring (online) lewat messenger, whats app, BBM, Line, Telegram, dan lain-lain, nyaris ‘cinta monyet’ tak lagi ada. Tapi, nyaris kebablasan.

“Sedangkan dahulu, dikasih satu lembar photo saja. Rasanya bagaikan ‘jimat’ tersimpan rapi dalam dompet. Photo itu, terkadang bagaikan oase di padang pasir,” kenang Ade, mengingat masa remajanya.

Saat ini, umumnya tidak lagi malu-malu dan kemungkinan seseorang yang kasmaran, tidak pula didera rasa rindu berlebihan seperti dulu, sebagaimana yang dirasakan remaja 90-an ke bawah.

Sebab, saat ini bisa video call, dan melihat pose orang yang disukai lewat instagram dan facebook.

Menurut Asrinaldi Pakar Komunikasi Politik Universitas Andalas, ” Dengan maraknya aplikasi chat dan media sosial yang bisa diunduh gratis via android. cukup mengkhawatirkan pola komunikasi anak remaja dewasa ini.”

“Kita tidak tau bagaimana mereka, (red: anak remaja) berkomunikasi, saya pikir ini bisa kebablasan dengan adanya layanan video call dan berkirim gambar yang sangat mudah dan cepat,” ujar Asrniladi, mantan Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unand itu.

Terkait : Bapak Perintahkan Anak Bikin PR Lewat Hape, Emeraldy Chatra: Kualitas Komunikasi Masyarakat Menurun

Terakhir, Asrinaldi yang juga ketua Program Magister Ilmu Politik ini menghimbau, agar setiap orang tua mengawasi dengan ketat pola dan prilaku anak berkomunikasi melalui android atau smartphone.

” Saya sarankan orang tua selalu memantau anak remaja di rumah, periksa history percakapan di setiap aplikasi yang terinstal di smartphone anak, sebagai bentuk peran pengawasan orang tua,” tutupnya.(HS/Intan Sati)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *