by

Kasus Dugaan Pedofil Mengincar Anaknya, Nafa Urbach Mengadu ke Kementerian

HaloSumbar.com – Resah atas kasus dugaan pedofil yang mengincar anaknya, aktris cantik Nafa Urbach mengadu ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Senin (21/8).

Nafa didampingi Pengacaranya Sandy Arifin, diterima langsung oleh Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur. Sebelumnya, Nafa Urbach telah menemui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya untuk menyelidiki akun media sosial yang berkomentar “Loli” pada berita anaknya, Michaela Lee Jowono di situs online.

Pengaduan Nafa Urbach ke Kemen PPPA ini akibat keresahannya sebagai seorang ibu yang mencurigai anaknya menjadi target pedofil.

Diawali pesan dari temannya melalui instant mesangger tentang sebuah tautan pemberitaan bakat anaknya di situs online. Nafa merasa janggal menemukan banyak kata “Loli” pada kolom komentar pemberitaan tersebut.

Nafa kemudian mencari tahu arti kata “Loli” pada mesin pencari web. Dia kaget mendapati fakta bahwa “Loli” merupakan istilah yang digunakan para pedofil untuk menyebut target korbannya.

Nafa Urbach
Nafa Urbach melapor ke Kemen PPPA, Senin (21/8). (HaloSumbar.com/istimewa)

Nafa juga terkejut adanya berita terkait penangkapan kelompok jejaring pedofil “Loly’s Candy” Maret lalu.

Ia kemudian mencurahkan apa yang dialami ke akun media sosialnya dan menerima sejumlah direct message (DM) dari masyarakat khususnya ibu-ibu yang juga mengalami dan memiliki keresahan yang sama.

“Saya blow-up kasus ini ke media sosial. Banyak sekali laporan masyarakat yang saya terima melalui direct message terutama ibu-ibu. Umumnya mengenai kasus kejahatan pada anak yang juga mereka alami,” kata Nafa sebagaimana rilis yang diterima HaloSumbar.com dari bagian publikasi Kemen PPPA.

“Kasus-kasus tersebut membuat hati saya hancur luar biasa. Saya orang tua, saya juga punya empati terhadap jiwa anak-anak. Itu menjadi beban tersendiri buat saya dan ingin fight for it, karena saya mewakili banyak suara dari masyarakat di luar sana yang bingung harus berbuat apa,” ucap Nafa Urbach dalam pengaduannya ke Kemen PPPA.

Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur menyebut tugas jajarannya memutus mata rantai kasus pedofilia di Indonesia.

Terlebih karena kasus pedofilia ini termasuk fenomena gunung es yang korbannya banyak yang tidak melapor.

Pribudiarta mengakui pihaknya, telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini secepatnya.

“Mba Nafa mungkin bisa membantu kami untuk mengedukasi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan demi lingkungan terbaik anak,” terang Pribudiarta.

Selain menyinggung kesadaran masyarakat, Pribudiarta juga menambahkan, ketahanan keluarga kembali lagi menjadi kunci utama dalam pencegahan agar kasus-kasus kekerasan serupa tidak terjadi lagi. Dia menyebut langkah yang diambil oleh Nafa adalah salah satu bentuk ketahanan keluarga dalam melindungi anak.

“Orangtua sebagai pengasuh utama bagi anak harus memberikan perhatian lebih agar anak-anak terproteksi dengan baik. Pendampingan dalam penggunaan media sosial juga menjadi penting, mengingat sangat banyak bahaya laten yang mengincar anak-anak di dunia maya,” pungkas Pribudiarta. (HS/Oneal)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *