by

9 Kebohongan Orang Tua yang Tidak Pernah Mereka Sadari

 

HaloSumbar.com – Ternyata setiap hari sebagian orang tua kerap mengatakan kebohongan kepada anak-anaknya. Sebagai orang tua, Anda mungkin sering mengatakan kepada anak Anda untuk tidak berbohong. Akan tetapi, Anda terus-menerus mengatakan kebohongan yang tidak pernah Anda sadari.

Tahukah Anda? Tidak peduli seberapa kecil kebohongan yang anda ucapkan, hal itu akan merangsangkan anak Anda untuk melakukan kebohongan yang serupa. Mereka akan berpikir bahwa tidak apa-apa berbohong, sebab mama dan papanya juga berbohong.

Sebagai orang tua, kita terkadang berbohong demi untuk melindungi anak-anak kita. Kita sangat menyayangi mereka sehingga kita tidak ingin mereka terluka. Namun kita harus menyadari bahwa berbohong sebenarnya tidak berguna bagi anak-anak kita, malah hanya mengajarkan mereka untuk berbohong juga.

Tentu kita tidak ingin menjadikan anak kita sebagai pembohong bukan? Untuk itu kita harus berhenti membohongi mereka dan mulailah berkata jujur kepada mereka.

Berikut adalah beberapa contoh kebohongan orang tua yang sering dikatakan kepada anak-anak mereka, beserta solusi yang lebih baik. Contoh yang diberikan tim HaloSumbar ini bermaksud untuk membantu Anda mengatasi kebohongan kecil yang mungkin Anda ceritakan kepada anak Anda yang tanpa disadari.

 “Ibu tidak akan membiarkan apapun yang buruk terjadi padamu.”

Mungkin niat Anda baik, tapi Anda harus menyadari itu tidak mungkin. Anda tidak bisa melindungi anak Anda 100% dari waktu ke waktu. Jadi berkata jujurlah kepada mereka, tapi bingkai kalimat anda agar anak Anda merasa terlindungi, serta sadar akan bahaya yang akan menimpa mereka.

Jangan mengatakan seperti ini:

Ibu akan selalu melindungi kamu, ketika ada orang-orang jahat di luar sana, sehingga ibu tidak ingin kamu berkeliaran sendirian dan jauh dari ibu, karena ada anak-anak nakal yang dibuang dari keluarga mereka. Jadi ibu di sini untuk melindungi kamu, jika kamu pergi sendirian tanpa ibu, itu bisa membahayakan dirimu sendiri.

Kasus di atas mungkin terasa menakutkan, tapi juga ada benarnya. Anda tentu tidak ingin menimbulkan kecemasan yang tidak semestinya, jadi pilihlah kata-kata Anda dengan saksama. Biarkan mereka tahu penculikan bisa saja terjadi, masih ada sesuatu yang harus diperhatikan oleh semua anak dan orang tua, pinta mereka untuk berhati-hati terhadap orang asing saat berada di tempat umum.

“Taman bermainnya sudah tutup.”

Padahal Anda tahu betul taman itu masih terbuka, tapi Anda tidak punya waktu untuk membawa anak-anak Anda ke taman karena Anda harus melakukan tugas lain. Alih-alih berbohong, lebih baik berkata jujur.

 “Ibu tidak bisa mengantarmu ke taman hari ini karena kita harus membeli bahan makanan selama seminggu agar kita bisa makan dan ada beberapa tugas penting lainnya yang harus ibu lakukan hari ini.”

Mereka mungkin akan merengek dan mengeluh, tapi tidak apa, mereka akan belajar kenyataan hidup.  Mereka tidak bisa memiliki semua yang mereka inginkan sepanjang waktu.

Mengatakan kebenaran akan membantu Anda menjadi orang tua yang jujur. Karena pada akhirnya mereka akan tumbuh dewasa dan akan menyadari bahwa Anda berbohong tentang taman yang ditutup.

“Tidak sakit, ibu janji”

Ketika anak Anda perlu mendapat suntikan dari dokter, tapi mereka ketakutan lalu menjerit, dan Anda ingin teriakan berhenti sehingga mereka bisa mendapatkan suntikan. Namun, mereka menjerit karena mereka tahu Anda berbohong. Anda bilang tidak akan sakit saat pertama kali mereka disuntik. Lebih baik mereka diberitahu saja. Sebab mereka akan belajar dari rasa sakit yang Anda bohongi.

Jangan pernah berbohong, biarkan mereka tahu itu akan sedikit sakit. Jelaskan bahwa mereka membutuhkan suntikan, untuk alasan kesehata. Jangan menjadi pendusta yang membuat Anda menjadi orang jahat karena jika Anda memberi tahu mereka, itu akan menyakitkan.

“Kamu adalah anak berbakat, lukisanmu sangat bagus!”

Jangan pernah memuji anak Anda bila Anda tidak ikhlas. Percaya atau tidak, anak-anak tidak semudah yang Anda pikirkan. Mereka bisa menangkap nada suara, bahasa tubuh, dan tahu kapan Anda tidak benar-benar jujur. Sebagai gantinya, Anda bisa memuji kreativitas atau kecerdikannya dengan tidak berlebihan. Pujilah mereka atas sesuatu yang Anda yakini benar tentang pekerjaan dan kemampuan mereka.

“Sudah waktu tidurnya!”

Saat ini masih pukul 7:30 dan Anda tahu belum waktunya untuk tidur, karena waktu tidur mereka sebenarnya adalah 8:00. Solusi sederhana: “waktunya untuk mulai bersiap-siap tidur”.

Kata-kata Anda mungkin sudah berarti waktunya untuk tidur, tapi yang Anda katakan adalah “waktu tidurnya”. Begitu mereka memberi tahu Anda belum waktunya, Anda ingin memastikan bahwa Anda mengatakan maksud Anda dan berarti apa yang Anda katakan. Ini semua tentang menjaga kepercayaan antara Anda dan anak Anda. Ini mungkin sedikit kebohongan kecil, tapi akan berpotentsi menjadi kebohongan dan masalah kepercayaan yang lebih besar.

“Ibu tidak tahu apa yang terjadi dengan lukisan yang kamu tempel di lemari es.”

Sebenarnya Anda tahu apa yang terjadi, sebab Anda membuangnya. Anda tidak bisa menyimpan setiap karya seni karena Anda tidak memiliki ruang untuk menyimpan semua itu. Solusi terbaik adalah menjelaskan hal ini kepada anak Anda. Tunjukkan pada mereka laci atau keranjang tempat Anda menyimpan potongan kertas atau sebagainya. Mereka bisa meletakkan barang di sana karena mereka ingin memastikan semuanya tersimpan.

Jika tempat penyimpanan penuh, maka waktunya bagi mereka untuk membantu memilah-milah dan mendaur ulang potongan-potongan yang tidak lagi ingin mereka simpan. Ini memberi mereka tanggung jawab atas karya seni mereka, dan ini juga membuat Anda menjadi orang tua yang jujur.

“Ayah akan berada di sana sebentar lagi.”

Ya, niat Anda bagus. Anda ingin berada di sana secepat mungkin. Namun, Anda masih menyelesaikan apa yang sedang Anda lakukan. Berkata jujulah kepada mereka. Katakan kepada mereka bahwa Anda perlu menyelesaikan pekerjaan sebentar dan kemudian Anda akan datang menemui mereka.

Jangan berbohong dengan mengatakan kata sebentar, karena itu mungkin akan lebih lama, dan semakin banyak waktu berlalu sebelum Anda datang kepada mereka maka semakin membuat Anda menjadi pembohong. Hindari kebohongan, dengan hanya mengatakan yang sebenarnya dan spesifik.

 “Ayah akan meninggalkan kamu sendirian di rumah.”

Alih-alih menggunakan taktik menakut-nakuti, lebih baik gunakan konsekuensi spesifik dan kata-kata realistis untuk merubah perilaku buruk mereka.  Anda bisa mengatakan “jika kamu tidak melapas sepatumu ketika masuk ke dalam rumah, maka kamu akan kehilangan hak istimewa  untuk menontont TV malam ini.”

Tapi ingat, pastikan untuk menindaklanjuti konsekuensi tersebut setiap saat. Maka  Anda akan memiliki anak yang mendengarkan Anda karena apa yang Anda katakan, bukan karena tindakan menakut-nakuti.

“Kita tidak punya cukup uang untuk pergi berlibur.”

Alih-alih berbohong, jelaskan kepada anak Anda yang sebenarnya. Katakan kepada mereka bahwa Anda tentu ingin pergi berlibur, tapi Anda lebih ingin di rumah saja hari ini, maka katakanlah yang sebenarnya.

Itulah beberapa kebohongan orang tua yang tanpa mereka sadari. Ketahuilah Anda tidak hanya mengajari mereka pelajaran hidup yang berharga, tapi Anda juga tidak menjadikan diri Anda dan anak Anda sebagai pembohong.(HS/DPT)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *