by

Percaya atau Tidak? Berjabat Tangan Akan Membuat Kamu Mudah Diingat

HaloSumbar.comPercaya atau tidak, ternyata berjabat tangan dengan seseorang yang baru kamu kenal akan membuat kamu mudah diingat jika bertemu kembali di kemudian hari. Bisa dikatakan, tanpa disadari berjabat tangan menjadi mantra pengingat yang super ampuh.

Dari sekian banyak tata cara berkenalan, berjabat tangan (bersalaman) adalah cara yang paling digemari dan paling banyak dilakukan. Konon berjabat tangan merupakan sunnah yang disyari’atkan di dalam Islam.

Berjabat tangan merupakan adab mulia yang dicontohkan para shahabat Radhiyallahu anhum tatkala mereka berjumpa.

Selain berjabat tangan itu disunahkan, ternyata berjabat tangan itu memiliki banyak penafsiran. Berikut beberapa penafsiran dan kebaikan dari berjabat tangan via lifehack.org yang perlu kamu ketahui :

Jabat tangan yang baik?

Jauh-jauh hari, kita telah membuat kesepakatan seputar berjabat tangan, bahkan sudah berabad-abad lamanya, namun bukan berarti bahwa kita telah melakukannya dengan benar.

Tahukah kamu? Ternyata etiket jabat tangan jarang diajarkan secara formal, namun kebanyakan dari kita dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk.

Coba perhatikan ilustrasi berikut ini dengan saksama :

Hadeld masih ingat dengan jelas jabat tangannya dengan seorang pria gugup di sebuah konferensi. Telapak tangannya terasa lembap dan dingin, kemudian tangannya jatuh dengan lemas. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Hadeld bisa tahu bahwa pria tersebut tidak nyaman dengan situasi di sekitarnya.

Di ujung spektrum berjabat tangan, rekan kerja Hadeld pernah menjabat tangannya dengan sangat kuat sehingga membuat Hadeld sedikit meringis. Pada kasus ini, Hadeld jadi tahu bahwa rekannya itu adalah pemilik kepribadian yang kuat, namun dalam konteks lain, hal ini dapat dilihat sebagai sebuah pertunjukan kekuatan, atau kemarahan.

Jabat tangan tidak selalu dengan gerak tubuh yang ramah. Dalam beberapa kasus, jabat tangan adalah kekuatan yang dimainkan di mana pegangan yang agresif berfungsi sebagai cara untuk memanipulasi orang lain untuk mendengarkan atau mengiyakan kehendak seseorang.

Dari ilustrasi di atas, kita jadi tahu betapa berjabat tangan itu bukan hal yang sepele bukan? Meski kita sangat sering melakukannya.

Tahukah kamu? Ternyata jabat tangan Donald Trump dan Trudeau sangat viral. Kok Bisa?

Dalam kebanyakan kasus, berjabat tangan dimaksudkan untuk memberitahukan perasaan yang positif, tapi juga bisa digunakan sebagai bentuk suatu sikap politik. Ternyata selama pertemuan yang dilangsungkan politikus, satu pihak akan berusaha menunjukkan dominasinya kepada pihak lain dengan menggunakan jabat tangan yang agresif.

Jabat tangan antara Presiden A.S., Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, adalah contoh jabat tangan dalam konteks politik.

Jabat tangan antara Donald Trump dan Justin Trudeau via lifehack.org.

Donald Trump terkenal karena cara berjabattangannya yang tidak biasa, dan penerima memiliki cara yang berbeda pula untuk meresponnya. Dalam kasus jabat tangan Trump dan Trudeau, Trump memulai dengan meletakkan tangannya di bahu Trudeau. Trudeau menilai tindakan ini sebagai etiket jabat tangan yang tepat.

Jabat tangan Trump tidak berakhir di situ, tangan Trump menyentakkan tubuh Trudeau ke arahnya.  Namun ketika Trump menarik Trudeau ke arahnya, dia melawan dengan cara ikut menempelkan tangan di bahu Trump.

Jabat tangan yang tepat dan hangat akan meninggalkan kesan yang abadi

Dalam kondisi apapun, saling berjabat tangan ketika baru pertama kali bertemu akan meninggalkan kesan yang tidak akan terlupakan.

Contoh sederhanannya ketika kamu hendak menjalin jaringan bisnis atau bertemu seorang klien untuk pertama kalinya, memberikan jabat tangan yang tepat adalah cara terbaik untuk memberikan kesan pertama.

Syahdan, pada zaman kuno dulu, jabat tangan adalah cara untuk memberitahu bahwa seseorang sedang tidak bersenjata. Bahkan saat ini, jabat tangan merupakan penyampai pesan kepada seseorang untuk melakukan percakapan yang aman, nyaman, dan produktif.

Berjabat tangan melibatkan kontak fisik. Ahli syaraf telah memastikan bahwa jabat tangan yang tepat memiliki kekuatan yang positif antara orang-orang yang saling berjabat tangan.

Konon berjabat tangan meningkatkan minat seseorang terhadap interaksi yang dilakukan, serta mengurangi presepsi negatif.

Memulai jabat tangan membuat orang merasa yakin kepadamu

Biasanya, orang yang memiliki kepercayaan diri akan memulai berjabat tangan terlebih dahulu. Jika kamu ingin menunjukkan rasa hormat pada orang yang kamu temui, kamu mungkin tidak ingin menunggu mereka memulai menjulurkan tangan.

Ketika kamu sedang mengikuti wawancara kerja atau ketika kamu akan melakukan negosiasi, kamu dapat memberi tahu orang lain bahwa kamu adalah orang yang percaya diri dengan cara terlebih dulu menyodorkan tanganmu.

Itulah beberapa penafirsan dan kebaikan dari jabat tangan. Kamu boleh percaya atau tidak, ternyata jabat tangan akan membuat kamu mudah diingat. (HS/DPT) 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *